Senator Amerika Serikat Chris Murphy melontarkan kritik tajam terhadap Presiden Donald Trump, dengan menyebut Trump telah kalah dalam perang melawan Iran. Menurut Murphy, konflik yang terus berlanjut justru melemahkan posisi AS, sementara Iran semakin kuat.
Dalam pernyataannya, Murphy menyoroti kegagalan Trump untuk mencapai kesepakatan yang dapat mengakhiri konflik secara permanen. Upaya diplomasi yang dilakukan sejauh ini belum membuahkan hasil konkret, dan semakin jelas bahwa Trump akan terpaksa menerima kesepakatan yang "buruk" demi menarik AS keluar dari perang.
"Jadi, Donald Trump telah kalah dalam perang ini," ujar Murphy, Senator dari Connecticut yang juga anggota Partai Demokrat, dalam wawancara dengan NBC. "Amerika menjadi lebih lemah. Iran menjadi lebih kuat," tegasnya.
Kritik ini muncul setelah laporan Wall Street Journal yang menyebut Trump sedang mempertimbangkan langkah yang pada dasarnya merupakan pengakuan kekalahan atas salah satu tujuan militer utama AS: memusnahkan material nuklir Iran dan memberlakukan pembatasan terhadap program pengayaan uranium serta pengembangan nuklir Teheran.
Menurut laporan tersebut, Trump bahkan sempat melontarkan gagasan kepada stafnya untuk menerima kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa menuntaskan masalah nuklir Iran. Murphy sendiri mengaku mendukung langkah tersebut demi mengakhiri perang, meski ia menyebutnya sebagai "kesepakatan yang buruk".
Artikel Terkait
Harga Minyak Naik di Tengah Ancaman Sanksi AS ke Iran dan Gangguan Pasokan
Harga Minyak Mentah Melonjak Akibat Ancaman Ekonomi AS terhadap Iran
Trump Klaim Korut Punya 57 Nuklir, Korsel Bantah
Iran Kecam Sanksi Ekonomi AS, Sebut sebagai Terorisme Ekonomi dan Pengalihan Isu