Fakta Baru Kasus Mutilasi di Depok: Pelaku Jual Barang Korban di Facebook

- Senin, 10 Agustus 2026 | 08:35 WIB
Fakta Baru Kasus Mutilasi di Depok: Pelaku Jual Barang Korban di Facebook

Kasus pembunuhan disertai mutilasi yang dilakukan Saepul terhadap pria berinisial K mengungkap sederet fakta mengejutkan. Aksi keji tersebut kini tengah didalami pihak kepolisian.

Saepul membunuh K yang dikenal melalui aplikasi komunitas penyuka sesama jenis, di kontrakannya daerah Cipayung, Depok, pada 23 Juli 2026. Korban sempat dibiarkan sekarat sebelum akhirnya dimutilasi.

Jasad korban dimasukkan ke dalam karung. Karung isi mayat itu sudah teronggok di tanah kosong di Depok sejak 24 Juli 2026. Warga tak ada yang menyangka karung tersebut berisi jenazah manusia, sampai akhirnya pada Selasa, 4 Agustus warga berinisiatif membakar karung yang dikiranya berisi sampah.

Saepul dijerat dengan pasal 458 dan 459 KUHP terkait pembunuhan berencana. Atas ulah kejinya itu, Saepul terancam hukuman mati.

Bawa Kabur Barang Pelaku

Usai membunuh, Saepul membawa kabur barang-barang milik korban. Saepul lalu menjual barang korban melalui Facebook.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka menjual barang milik korban melalui market place Facebook," kata Kanit 1 Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Kompol Dimitri Mahendara saat dihubungi, Minggu (9/8/2026).

Dimitri mengatakan Saepul menjual murah barang-barang korban mulai dari sepeda motor hingga handphone (HP). Uang hasil penjualan digunakan untuk kehidupan sehari-sehari.

"Sepeda motor Honda PCX dijual seharga Rp 9,9 juta, sedangkan handphone OPPO Reno 5 dijual seharga Rp 950 ribu. Total hasil penjualan sebesar Rp 10.850.000. Berdasarkan keterangan tersangka, uang hasil penjualan tersebut kemudian digunakan untuk kebutuhan sehari-hari," jelasnya.

Pernah Ikut Ajang Pencarian Bakat

Belakangan diketahui, Saepul ternyata pedagang pisang cokelat (piscok) di Stasiun Pondok Cina. Dia juga pernah mengikuti ajang pencarian bakat di salah satu stasiun TV.

Rekaman video lama memperlihatkan sosok Saepul masuk layar kaca ketika ikut sebuah program televisi dalam ajang pencarian bakat. Dalam rekaman video viral itu, Saepul mengaku ikut ajang pencarian bakat itu untuk membantu meringankan ibunya yang berjualan sayuran di pasar. Pernyataan Saepul saat itu membuat penonton terharu.

detikcom mengonfirmasi terkait video tersebut ke Kanit 1 Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Kompol Dimitri Mahendara. Dimitri membenarkan bahwa Saepul pernah mengikuti sebuah ajang pencarian bakat.

"Betul, itu dia. Ada di akun TikTok dia juga," kata Dimitri, Jumat (7/8).

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags