Banjir terparah dalam beberapa tahun terakhir melanda India, menewaskan hampir 100 orang. Bencana ini menghantam negara bagian Assam, merendam desa-desa dan mengubur permukiman dalam lumpur.
Sedikitnya 97 orang tewas dalam banjir yang berdampak pada hampir 170.000 jiwa. Ribuan warga terpaksa mengungsi sementara karena sungai-sungai meluap dan membanjiri rumah serta lahan pertanian. Air juga telah menenggelamkan lebih dari 14.000 hektare lahan pertanian.
Di distrik Sivasagar yang paling parah terkena dampak, jurnalis AFP melaporkan rumah-rumah setengah terendam, pohon-pohon tumbang, dan kendaraan yang terkubur lumpur.
Ketua Menteri Assam, Himanta Biswa Sarma, mengunggah video pada Jumat (7/8) yang memperlihatkan dirinya menghibur orang tua seorang anak laki-laki berusia 13 tahun yang meninggal saat mencoba menyelamatkan anjing peliharaannya dari banjir. "Tidak ada orang tua yang harus mengucapkan selamat tinggal kepada anak mereka," tulisnya.
Menteri Kesehatan India, J.P. Nadda, yang mengunjungi wilayah terdampak pada Kamis lalu, mengatakan skala kehancuran "sangat besar sehingga akan membutuhkan waktu" untuk memulihkan keadaan. "Desa demi desa telah terendam," katanya kepada wartawan.
Artikel Terkait
Remaja di India Nekat Lompat dari Tebing Gara-gara Tak Mampu Bayar Cicilan iPhone
Hujan Badai Rusak 167 Rumah di Medan, BPBD Salurkan Bantuan
Korban Tewas Banjir di Chiba Jepang Bertambah Jadi 10 Orang
Bangladesh Siap Gantikan India di FIFA ASEAN Cup 2026, Jadi Lawan Timnas Indonesia