Tragedi MV Le Joola: Lebih Mematikan dari Titanic, 1.800 Tewas

- Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:50 WIB
Tragedi MV Le Joola: Lebih Mematikan dari Titanic, 1.800 Tewas

Lebih dari dua dekade berlalu, tetapi luka tragedi tenggelamnya MV Le Joola di Senegal belum juga sembuh. Bencana maritim pada 26 September 2002 itu menewaskan lebih dari 1.800 orang, melampaui jumlah korban tenggelamnya Titanic yang mencapai 1.500 jiwa.

Kapal milik Pemerintah Senegal itu sedang dalam perjalanan dari Casamance menuju ibu kota Dakar. Setelah setahun tidak beroperasi karena masalah mesin, kapal baru kembali berlayar dua minggu sebelumnya. Namun, malam itu, badai datang dan kapal yang seharusnya hanya memuat 536 penumpang itu diperkirakan membawa lebih dari 2.000 orang.

Kondisi penuh sesak itu diperparah oleh praktik suap di kalangan petugas. Sebagian penumpang bahkan naik tanpa tiket. Saat hujan deras mengguyur, penumpang diminta masuk ke dalam ruangan. Seorang saksi melihat lampu kapal berkedip beberapa kali sebelum akhirnya padam total.

Mariama Diouf, salah satu penyintas, menceritakan bahwa ia merasakan ada yang tidak beres. Tak lama kemudian, kapal terbalik sepenuhnya. Banyak orang terjebak di dalam lambung kapal yang gelap. Sebagian berhasil keluar, tetapi tidak sedikit yang tertinggal dan berteriak meminta tolong.

Tim penyelamat baru tiba setidaknya 10 jam setelah kecelakaan. Para nelayan setempat justru menjadi pihak pertama yang memberikan pertolongan. Keterlambatan bantuan itu menyebabkan ribuan orang kehilangan nyawa.

Dari lebih dari 2.000 penumpang, hanya 64 orang yang selamat. Korban berasal dari 12 negara. Hingga kini, keluarga korban masih mendesak Pemerintah Senegal untuk mengangkat bangkai kapal dari dasar laut, tetapi upaya itu belum juga dilakukan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags