Jateng dan Kaltim Teken Kerja Sama Ekonomi Rp20,2 Triliun

- Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:15 WIB
Jateng dan Kaltim Teken Kerja Sama Ekonomi Rp20,2 Triliun

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kalimantan Timur resmi menjalin kerja sama ekonomi yang mencakup berbagai sektor, mulai dari perdagangan, pangan, industri, jasa keuangan, hingga dukungan untuk proyek Ibu Kota Nusantara (IKN). Nilai potensi ekonominya mencapai Rp20,2 triliun.

Penandatanganan naskah kerja sama dilakukan di Odah Etam, Kompleks Kantor Jabatan Gubernur Kaltim, Samarinda, Kamis (6/8). Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud membubuhkan tanda tangan pada kesepakatan bersama, disusul penandatanganan naskah teknis oleh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMD, asosiasi, serta bupati/wali kota terkait.

Luthfi menekankan pentingnya realisasi kerja sama ini. "Perjanjian ini harus segera kita wujudkan dalam kegiatan nyata. Meski ada keterbatasan fiskal dan ketidakpastian geopolitik dunia, kita tetap bisa menjalankan pembangunan wilayah," ujarnya.

Rudy Mas'ud menyebut kolaborasi ini saling menguntungkan dan melengkapi. "Kaltim kaya sumber daya alam, sementara Jateng unggul di industri pengolahan dan UMKM. Ini terobosan luar biasa, semoga bisa dicontoh provinsi lain agar kita tidak bergantung pada APBN atau dana transfer pusat," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (6/8/2026).

Sebagai gambaran, Kaltim hampir setiap tahun menerima sekitar 10 ribu ton beras dari Jateng. Sebaliknya, industri Jateng membutuhkan pasokan batubara 1,5 juta ton di luar kebutuhan PLTU, serta minyak kelapa sawit (CPO) dari Kaltim. "Penduduk Kaltim hanya 4,2 juta jiwa, sedangkan Jateng 38 juta jiwa. Produksi batubara dan CPO kami melimpah. Jadi kita saling melengkapi," jelas Rudy.

Nilai Rp20,2 triliun merupakan agregasi dari berbagai bentuk potensi kerja sama, bukan seluruhnya transaksi tunai atau investasi baru dalam satu waktu. Rinciannya mencakup sektor pangan, industri, kelautan, pariwisata, hingga perbankan.

Sektor Pangan dan Industri

Di sektor pangan, potensi perdagangan komoditas dari Jateng ke Kaltim meliputi telur 778 ton, daging ayam 873 ton, bawang merah 321,6 ton, dan beras 6.119 ton. Nilai transaksinya diperkirakan Rp237,75 miliar. Kerja sama juga mencakup pengembangan peternakan dan kesehatan hewan dengan potensi sekitar Rp2,1 triliun per tahun.

Sektor perindustrian dan perdagangan membuka peluang senilai Rp36 miliar per tahun. Sementara itu, sektor kelautan dan perikanan difokuskan pada penguatan perdagangan dan rantai pasok dengan estimasi Rp2,238 miliar per tahun.

Pariwisata dan BUMD

Pariwisata dan ekonomi kreatif diperkirakan menghasilkan transaksi langsung Rp21 miliar per tahun, dengan efek pengganda (multiplier effect) sekitar Rp36 miliar per tahun. Dari sisi BUMD, sinergi Bank Jateng dengan Bank Kaltimtara menjadi yang terbesar dengan potensi aktivitas bisnis Rp15 triliun per tahun.

Selain itu, Jamkrida Jateng dan Jamkrida Kaltim menjalin kerja sama melalui skema co-guarantee untuk proyek di IKN. Total nilai proyek yang didukung diproyeksikan mencapai Rp1,34 triliun, dengan imbal jasa penjaminan sekitar Rp3,452 miliar per tahun.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags