Polda Sumsel Siapkan 159 Personel Jadi Edukator AI untuk Pelajar

- Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:05 WIB
Polda Sumsel Siapkan 159 Personel Jadi Edukator AI untuk Pelajar

Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menyiapkan 159 personel untuk menjadi pelatih atau edukator dalam program Paham AI, sebuah inisiatif yang bertujuan membekali pelajar dengan pemahaman tentang kecerdasan buatan (AI) secara aman dan bertanggung jawab. Pelatihan ini dibuka langsung oleh Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Sandi Nugroho, di Auditorium Lantai 7 Gedung Presisi Mapolda Sumsel.

Para peserta terdiri dari Wakapolres, Kasatreskrim, Kasatlantas, Kasihumas, Kanit Pidsus, serta personel dari berbagai fungsi seperti Ditreskrimsus, Ditlantas, Ditbinmas, Bidhumas, dan Biro SDM. Mereka akan menjadi ujung tombak dalam memberikan edukasi kepada pelajar di seluruh wilayah Sumatera Selatan.

Kapolda Sumsel menekankan bahwa perkembangan AI membawa banyak manfaat, terutama di bidang pendidikan. Namun, ia juga mengingatkan adanya tantangan seperti penyebaran hoaks, penipuan digital, deepfake, voice cloning, judi daring, dan perundungan siber yang mengancam generasi muda. "Penegakan hukum memang penting, tetapi mencegah masyarakat menjadi korban kejahatan siber adalah tugas mulia yang jauh lebih utama," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, Polri perlu memperkuat peran sebagai edukator digital. Program Paham AI ini membutuhkan kolaborasi lintas fungsi, di mana fungsi Reskrim memberikan edukasi tentang aspek hukum siber, fungsi Lalu Lintas menyampaikan etika dan tanggung jawab digital, serta fungsi Binmas dan Humas menjadi garda terdepan dalam penyampaian materi kepada pelajar.

Sandi juga menekankan pentingnya sinergi dengan Dinas Pendidikan, sekolah, dan pemangku kepentingan lainnya agar edukasi AI dapat menjangkau seluruh pelajar. "Kita tidak bisa bekerja layaknya seorang Superman, tetapi harus membentuk sebuah super team. Para peserta harus mampu membawa wajah Polri yang humanis, cerdas, dan dekat dengan masyarakat," tegasnya.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mulai dari pengenalan AI, penggunaan AI prompts, etika pemanfaatan AI, penanggulangan hoaks, hingga pemanfaatan Platform Senopati. Mereka juga mengikuti praktik penggunaan platform, simulasi penyampaian materi kepada pelajar, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test.

Materi disampaikan oleh sejumlah narasumber, antara lain Pengawas Pembina Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan Muhammad Nuril Yunus, Kasubdit Bintibsos Ditbinmas Polda Sumsel AKBP Dudi Novery, Kasubbid PID Bidhumas Polda Sumsel AKBP Suparlan, dan Kanit 1 Subdit 5 Ditreskrimsus Polda Sumsel Kompol Muhammad Firmansyah.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya menjelaskan bahwa hasil pelatihan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui kegiatan edukasi yang mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan pelajar. "Peserta tidak hanya dituntut memahami teknologi AI, tetapi juga harus mampu menyampaikan materi dengan bahasa yang sederhana dan relevan. Edukasi ini penting agar generasi muda dapat memanfaatkan AI secara bijak, menjaga data pribadi, mengenali hoaks dan modus kejahatan digital, serta memahami bahwa setiap aktivitas di ruang siber memiliki aturan dan konsekuensi hukum," pungkasnya.

Melalui Program Paham AI, Polda Sumatera Selatan berharap dapat memperkuat upaya pencegahan kejahatan digital dengan membangun jejaring edukator hingga tingkat kewilayahan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan literasi digital generasi muda sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi AI secara positif, produktif, dan bertanggung jawab.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags