Kementerian Sosial (Kemensos) langsung bergerak menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Kota Padang, Sumatera Barat. Bantuan senilai Rp1.467.115.420 tersebut dipasok dari Gudang Regional Barat Kemensos di Palembang, meliputi permakanan, peralatan evakuasi, sandang, dan perlengkapan keluarga untuk memenuhi kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.
Bencana terjadi pada Senin (3/8) setelah hujan deras mengguyur Padang sejak pukul 08.00 WIB, memicu banjir dan longsor di sejumlah titik, termasuk Gunung Sarik dan Nanggalo. Ketinggian air sempat mencapai 2,5 meter, memaksa tim gabungan mengevakuasi warga ke lokasi aman. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, akrab disapa Gus Ipul, menyatakan timnya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk asesmen cepat dan penyaluran bantuan.
"Tim Kementerian Sosial di lapangan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, melakukan asesmen cepat untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak, serta menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Rabu (5/8/2026).
Berdasarkan data sementara, sekitar 700 unit rumah dan 1.488 kepala keluarga terdampak. Hingga kini belum ada laporan korban jiwa atau luka-luka, sementara pendataan pengungsi dan dampak keseluruhan masih berjalan.
Bantuan yang disalurkan mencakup lauk pauk dan makanan siap saji, kasur dan tenda, selimut, perlengkapan ibadah, pakaian anak dan dewasa, serta family kit, kids ware, dan perlengkapan dapur. "Selain penyaluran bantuan, Kemensos terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait untuk melakukan asesmen dan pendataan cepat kebutuhan mendesak, serta memastikan bantuan tersalurkan kepada warga yang membutuhkan," ungkapnya.
Di lapangan, penanganan bencana melibatkan Dinsos, BPBD, BASARNAS, TNI, Polri, Tagana, dan relawan. Tim gabungan fokus mengevakuasi kelompok rentan dan memberi peringatan dini agar warga menjauhi tepian sungai serta tidak menyeberangi arus deras.
"Berdasarkan kondisi terkini, hujan telah mulai reda dan genangan air di sejumlah wilayah berangsur surut. Namun, banjir masih menggenangi beberapa kawasan terdampak paling parah, terutama di Kecamatan Kuranji dan Nanggalo. Proses pembersihan material lumpur, kayu, dan bebatuan masih berlangsung," tutupnya.
Artikel Terkait
Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Tanggung Jawab Seluruh Unit Kerja Kemensos
Banjir Rendam Empat Kelurahan di Tapanuli Tengah, Ratusan Warga Masih Mengungsi
Kemensos dan BPJS Kesehatan Jalin Kerja Sama Perkuat Jaminan Sosial
Kemensos dan BPJS Kesehatan Teken MoU Perkuat Sinergi Data PBI JKN