Mengungkap Asal-usul Nama Gondrong di Tangerang, dari Pohon Rimbun hingga Sosok Berambut Panjang

- Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:25 WIB
Mengungkap Asal-usul Nama Gondrong di Tangerang, dari Pohon Rimbun hingga Sosok Berambut Panjang

Di balik nama Kelurahan Gondrong di Cipondoh, Tangerang, Banten, tersimpan beragam kisah yang telah lama beredar di masyarakat. Nama ini bukan sekadar julukan, melainkan identitas resmi wilayah yang kerap memicu rasa penasaran.

Menelusuri Jalan Kihajar Dewantoro, Cipondoh, pada Selasa (4/8/2026), terlihat kantor Kelurahan Gondrong berdiri di kawasan yang tidak jauh dari Cengkareng, Jakarta Barat. Lurah Gondrong, Muhlis Cahyadi, mengungkapkan bahwa banyak warga pendatang memilih tinggal di sini karena aksesnya mudah dan dekat dengan tempat kerja mereka di Jakarta.

"Pendatang juga sudah banyak hadir di sini. Ya rata-rata mereka semua ada yang pegawai negeri, ada yang swasta, ada yang berdagang, dan juga, apa namanya, yang bertani juga masih ada," kata Muhlis saat ditemui di kantornya.

Soal asal-usul nama Gondrong, setidaknya ada dua versi yang kerap didengar. Pertama, nama ini muncul karena wilayah tersebut dulunya ditumbuhi pohon jambu cingcalo yang daunnya sangat rimbun. Kedua, ada kaitannya dengan seorang tokoh misterius yang sering hilir mudik dengan rambut gondrong.

Kisah Gondrong Seberang dan Gondrong Udik

Lurah Muhlis menuturkan, pada zaman dahulu ada seorang laki-laki berambut gondrong yang sering terlihat berjalan kaki di sekitar wilayah tersebut. Setiap kali warga menanyakan tujuannya, ia selalu menjawab dengan arah yang berbeda-beda.

"Memang ada beberapa kisah juga dulu di Kelurahan Gondrong itu ada seorang laki-laki ya, yang berambut gondrong. Dia itu sering hilir mudik di sekitar Kelurahan Gondrong. Banyak yang menanya, 'Mas Gondrong mau ke mana?' Dia bilang 'Saya mau ke seberang.' Dia datang lagi, jalan lagi, 'Mas Gondrong mau ke mana?' 'Saya mau ke udik'," kata Muhlis mencontohkan.

Dari kebiasaan itulah muncul istilah Gondrong Seberang dan Gondrong Udik. "Makanya di sini kan ada istilah Gondrong Seberang, ada juga Gondrong Udik di sini. Kalau yang (kantor) kelurahan ini nih, disebutnya Gondrong Seberang gitu kan. Kalau di sebelah sana, di RW 05, disebutnya Gondrong Udik," sambungnya.

Versi lain menyebutkan bahwa nama Gondrong berasal dari banyaknya pohon jambu cingcalo yang tumbuh di daerah tersebut. Daun pohon ini sangat lebat sehingga masyarakat setempat menyebutnya gondrong.

"Kelurahan Gondrong itu dulunya banyak ditanami pohon jambu, jambu cingcalo. Jambu cingcalo itu daunnya rimbun, sangat rimbun, dan makanya disebut gondrong gitu kan," katanya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags