Kapal Kargo Terkena Proyektil di Selat Hormuz, Iran dan AS Saling Bantah Soal Negosiasi

- Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:00 WIB
Kapal Kargo Terkena Proyektil di Selat Hormuz, Iran dan AS Saling Bantah Soal Negosiasi

Sebuah kapal kargo dilaporkan terkena "proyektil tak dikenal" di Selat Hormuz, lepas pantai Oman, menurut badan maritim Inggris. Hingga saat ini, belum ada rincian lebih lanjut mengenai kerusakan atau korban jiwa akibat insiden tersebut.

Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) tidak menyebutkan nama kapal yang terkena serangan itu. Dalam laporannya, UKMTO hanya menyatakan bahwa kapal tersebut "dihantam proyektil tak dikenal" dan insiden terjadi sekitar 20 mil laut (37 kilometer) timur laut Al Khasab, Oman. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan terkait kejadian ini.

Insiden ini muncul di tengah ketegangan yang masih membara di Timur Tengah, terutama antara Iran dan Amerika Serikat. Kedua negara saling bantah mengenai adanya negosiasi di antara mereka.

Iran Tegaskan Tidak Ada Negosiasi dengan AS

Pemerintah Iran dengan tegas menyatakan bahwa mereka tidak sedang mengadakan negosiasi dengan Amerika Serikat. Sebaliknya, Iran mengaku sedang berunding dengan Oman untuk membahas rute aman melintasi Selat Hormuz.

"Saat ini kami tidak sedang bernegosiasi dengan Amerika Serikat. Negosiasi kami adalah dengan Oman untuk mengamankan jalur melalui Selat Hormuz," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam konferensi pers mingguan, Senin (3/8).

Baghaei menambahkan bahwa kesepakatan dengan Oman saja tidak cukup untuk membuka kembali selat tersebut. Menurutnya, situasi tidak akan berubah selama "agresi" Amerika Serikat masih berlanjut.

Trump Berang dan Beri Ancaman

Pernyataan Iran itu memicu kemarahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dalam unggahan di media sosial Truth, Trump mengancam akan melanjutkan blokade militer hingga Iran mencapai "Kesepakatan, atau penyerahan total."

Trump mengecam Iran karena menolak "diskusi apa pun" dan hanya berurusan dengan Oman. "Kepemimpinan Iran sungguh munafik! Mereka meminta pertemuan, sebagian orang mengatakan 'memohon' pembicaraan dimulai, dengan lebih banyak pertemuan dijadwalkan dalam waktu dekat, dan mereka mengatakan, secara terbuka dan bangga, bahwa mereka tidak mengadakan diskusi apa pun, bahwa tidak ada yang dibicarakan, dan mereka hanya berurusan dengan 'Oman'," tulis Trump.

Lebih lanjut, Trump menuduh Iran terus mengeluarkan pernyataan kosong tentang Selat Hormuz, padahal selat tersebut menurutnya sudah sepenuhnya dikuasai oleh Angkatan Laut AS. "Kemudian mereka melanjutkan dengan omong kosong mereka yang biasa dengan mengatakan, Selat Hormuz akan dioperasikan secara kuat oleh mereka, padahal selat itu sudah sepenuhnya dikendalikan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat dan 'Blokade' kita atau, seperti yang dikatakan sebagian orang, 'Tembok Baja Amerika Serikat!'," katanya.

Trump kemudian menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. "Tidak ada yang bisa sampai ke Iran, kecuali jika kita menginginkannya, dan tidak akan ada yang bisa sampai, kecuali jika Kesepakatan, atau Penyerahan Total, tercapai. Terlepas apakah Iran mau mengakuinya atau tidak, kita sebenarnya sedang membicarakan solusi untuk masalah yang telah mereka sebabkan selama beberapa dekade. Sangat sederhana, IRAN TIDAK AKAN PERNAH MEMILIKI SENJATA NUKLIR!" pungkasnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags