Suami Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 Belum Dikabari, Istri Cemas Cari Kabar

- Senin, 03 Agustus 2026 | 11:30 WIB
Suami Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 Belum Dikabari, Istri Cemas Cari Kabar

Devi, warga Gresik, masih diliputi kecemasan setelah suaminya, Deni Tristiawan (35), menjadi penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan utara Pulau Sapudi. Nama Deni tak tercantum dalam manifest penumpang, membuat Devi kesulitan mendapatkan kepastian.

Terakhir kali Devi berkomunikasi dengan suaminya pada Minggu (2/8) pukul 07.00 WIB. Setelah itu, panggilan teleponnya tak lagi tersambung. "Terus balik telepon lagi. Terus habis itu tak hubungi lagi nggak bisa. Sampai sekarang belum (terhubung), mau ke Sulawesi sama temannya, tapi nggak bawa kernet gitu, dia sopir tronton," kata Devi saat ditemui di GSN Tanjung Perak Surabaya, Minggu (2/8/2026).

Deni memang sudah lama menjadi sopir truk, tetapi perjalanan ke Sulawesi melalui jalur laut adalah pengalaman pertamanya. "Baru kali ini (kirim barang dengan truk melalui jalur laut). (kirim) Besi, terus sama koil," ujarnya.

Devi mengaku baru mengetahui musibah itu dari siaran langsung di TikTok sekitar pukul 12.00 WIB. Ia pun segera mencari informasi ke teman-teman suaminya. "Dari TikTok. Saya lihat di live TikTok, sekitar jam 12.00 WIB, soalnya nggak ada yang ngabari. Saya cari info, tanya-tanya ternyata kapal yang ditumpangi suami itu terbakar," tuturnya.

Setelah itu, Devi bergegas mendatangi garasi tempat suaminya bekerja. "Terus saya langsung datang ke garasi tempat kerjanya. Saya cari info ke teman-temannya, ternyata saya disuruh ke sini. Terus saya hubungi sama pengurus-pengurus itu, terus disuruh kumpul di sini. Ada 5 (truk), ada yang bawa istri," tutupnya.

Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 pertama kali terdeteksi pada Minggu pagi sekitar pukul 06.00-07.00 WIB. Kapal jenis Ro-Ro milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) sepanjang 160 meter itu bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Makassar dengan membawa 232 penumpang, mayoritas pengemudi truk logistik, serta 181 unit kendaraan.

Laporan darurat diteruskan pengelola kapal dan Syahbandar Tanjung Perak ke Kantor SAR Surabaya pada pukul 08.24 WIB, setelah komunikasi dengan nahkoda terputus. Saat armada penolong tiba di koordinat 06°30'64''S / 114°00'19''E, sekitar 19 mil laut utara Pulau Sapudi, kapal dilaporkan hampir terbakar habis. Kepanikan sempat terjadi; ratusan penumpang berdesakan di anjungan dan haluan dengan pelampung oranye, bahkan beberapa nekat melompat ke laut sebelum akhirnya diselamatkan kapal-kapal yang merapat.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags