Trump Umumkan Kesepakatan Pelucutan Senjata Hamas, Hamas Konfirmasi

- Jumat, 31 Juli 2026 | 17:40 WIB
Trump Umumkan Kesepakatan Pelucutan Senjata Hamas, Hamas Konfirmasi

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa Dewan Perdamaian telah mencapai kesepakatan mengenai pelucutan seluruh senjata Hamas dan kelompok militan Palestina lainnya di Gaza. Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menyebut kesepakatan itu "bersejarah" dan merupakan "langkah monumental menuju perdamaian dan keamanan yang langgeng".

"Kesepakatan ini merupakan langkah krusial agar Gaza akhirnya dapat dipimpin oleh pemerintahan Palestina baru yang akan bekerja sama erat dengan Board of Peace untuk membantu rakyat Palestina. Pada saat yang sama, Israel akan mendapatkan keamanan yang layak, kemudian Gaza tidak lagi digunakan sebagai basis serangan teror," tulis Trump.

Trump menegaskan bahwa kesepakatan tersebut menjadi tonggak penting dalam implementasi Rencana 20 Poinnya untuk mengakhiri konflik di Gaza dan membangun kembali wilayah yang hancur akibat perang. Perjanjian itu akan dilaksanakan dalam tahapan yang dirancang dengan cermat. "Seiring selesainya proses pelucutan senjata, pasukan Israel akan ditarik, dan Pasukan Stabilisasi Internasional akan bekerja sama dengan pasukan kepolisian Palestina yang baru untuk memastikan keamanan Gaza bagi penduduknya dan negara-negara tetangganya," ujarnya.

Pengumuman ini datang sehari setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kembali dari kunjungannya ke AS dan bertemu dengan Trump di Gedung Putih. Trump juga berterima kasih kepada Mesir, Qatar, dan Turki yang bertindak sebagai mediator atas "terobosan bersejarah" ini.

Sebelumnya, para negosiator yang bertemu di Kairo telah menyepakati peta jalan 15 poin mengenai pelucutan senjata Hamas, meskipun masih ada perubahan yang dilakukan terhadap usulan tersebut. Namun, belum ada konfirmasi resmi dari Israel maupun para mediator terkait pengumuman Trump.

Konfirmasi Hamas

Dua pejabat senior Hamas mengonfirmasi bahwa pihak mereka telah menyepakati kesepakatan untuk mengakhiri konflik dengan Israel. Konfirmasi tersebut disampaikan dalam wawancara dengan kantor berita AFP pada Jumat dini hari, dengan syarat identitas keduanya dirahasiakan.

Mereka juga menyatakan harapan agar para mediator, yaitu Mesir, Qatar, dan Turki, memastikan Israel memenuhi bagiannya dalam kesepakatan, termasuk penarikan bertahap pasukan Israel dari Gaza. Hingga berita ini diturunkan, Israel belum memberikan komentar resmi.

Respons Israel dan "Garis Kuning"

Sebelum pengumuman Trump, seorang pejabat Israel mengatakan bahwa usulan 15 poin yang tengah dibahas tidak memenuhi tuntutan Israel untuk demiliterisasi total Jalur Gaza. Hamas menyatakan pelucutan senjatanya bergantung pada penarikan total pasukan Israel, sementara Israel bersikeras tidak akan menarik pasukannya melampaui apa yang disebut "garis kuning" sebelum Hamas benar-benar melucuti senjatanya.

Nasib Senjata Hamas

Berdasarkan kesepakatan, sebuah komite transisi Palestina yang terdiri dari teknokrat akan mengelola Gaza dan mengawasi penyimpanan senjata Hamas. Hamas akan menyerahkan senjatanya kepada pemerintahan transisi tersebut dan mediator internasional, bukan kepada Israel. "Komite Nasional untuk Administrasi Gaza akan mengelola dan melaksanakan pendataan serta penyimpanan senjata sesuai dengan jadwal yang telah disepakati," ungkap seorang pejabat senior Hamas. "Komite Nasional akan menjadi satu-satunya entitas yang berwenang untuk menyimpan, mengelola, atau mengontrol senjata di Gaza," pungkasnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags