Militer Yordania berhasil mencegat dan menembak jatuh lima rudal balistik yang diluncurkan Iran pada Rabu (29/7). Serangan ini menjadi yang pertama dalam beberapa hari terakhir setelah jeda pertempuran antara Iran dan Amerika Serikat.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengkonfirmasi serangan tersebut. IRGC menyebutnya sebagai respons terhadap "tindakan agresif" Amerika Serikat, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
"Pertahanan udara pagi ini menangani lima rudal yang datang dari Iran yang menargetkan wilayah kerajaan," kata juru bicara militer Yordania dalam pernyataan resmi. Ia menambahkan bahwa rudal-rudal tersebut berhasil "dicegat dan ditembak jatuh".
IRGC, dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran, menyatakan bahwa angkatan udaranya "menargetkan pangkalan udara AS dan Pusat Komando Pusat AS di Yordania dengan beberapa rudal balistik." "Selama ancaman terhadap Republik Islam Iran berlanjut... perlawanan akan berlanjut," imbuh pernyataan itu.
Serangan rudal ini merupakan yang pertama dilancarkan Iran terhadap negara-negara di kawasan sejak Jumat lalu, ketika AS dan Iran menghentikan serangan mereka. Jeda itu terjadi setelah hampir dua pekan AS melancarkan serangan malam hari ke wilayah Iran, sementara Teheran berulang kali meluncurkan rudal dan drone yang menyasar negara-negara sekutu Washington di kawasan Teluk.
Artikel Terkait
Korsel Deteksi 10 Rudal Balistik Korut, Langsung Gelar Rapat Keamanan
Iran Bantah Tuduhan UEA Soal Rudal Balistik
UEA Hentikan Seluruh Hubungan Dagang dan Keuangan dengan Iran
UEA Tuding Iran Tembakkan Dua Rudal Balistik ke Wilayahnya