Setiap 23 Juli, Indonesia memperingati Hari Anak Nasional (HAN). Namun, banyak yang bertanya-tanya: apakah tanggal tersebut merupakan hari libur? Jawabannya tidak. Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 44 Tahun 1984, Hari Anak Nasional bukanlah hari libur. Pasal 1 ayat (2) secara tegas menyatakan bahwa peringatan ini tidak termasuk hari libur. Selain itu, 23 Juli 2026 juga tidak bertepatan dengan tanggal merah lainnya.
Meski tidak libur, peringatan HAN tetap menjadi momen penting untuk meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak Indonesia. Tahun ini, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) telah merilis pedoman resmi peringatan HAN ke-42 dengan tema utama: "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan."
Tema tersebut mengandung tiga pesan utama yang saling terkait. Pertama, "Sayang Anak" menekankan pentingnya menghargai anak sebagai individu berharga, mendengarkan pendapat mereka, memenuhi hak-haknya, serta memberikan pengasuhan positif dan lingkungan yang aman. Kedua, "Lindungi" mengajak semua pihak memastikan anak terbebas dari kekerasan, eksploitasi, penelantaran, diskriminasi, perundungan, perkawinan anak, dan ancaman di ruang digital. Ketiga, "Bangun Masa Depan" menekankan investasi terbaik bagi bangsa melalui pemenuhan hak anak atas pendidikan, kesehatan, pengembangan bakat, partisipasi, dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
Kemen PPPA juga meluncurkan Gerakan Nasional RamahAmanNyamanAnak (Gernas RANA) sebagai wujud kolaborasi menciptakan ruang hidup anak yang aman, nyaman, inklusif, sehat, dan bebas kekerasan.
Tagar dan Subtema HAN 2026
Dalam pedoman resmi, Kemen PPPA menetapkan dua tagar utama: HariAnakNasional2026 dan SayangAnakSayangIndonesia. Selain itu, ada tujuh subtema yang diangkat, antara lain: "Lindungi Teman: Berbeda Itu Biasa, Berteman Itu Luar Biasa, Setara Tanpa Kekerasan"; "Kalau Aku Jadi Pemimpin Indonesia Tahun 2045"; "Saring Sebelum Sharing: Jaga Pikiran dari Berita Bohong (AmandiRuangDaring)"; "Sekolahku Seru, Mimpiku Melaju (AmandiSekolah)"; "Stop Perkawinan Anak: Biarkan Aku Tumbuh dan Meraih Impian (AmandiKeluarga)"; "Bangun Ketahanan Mental Anak, Wujudkan Generasi Tangguh dan Berdaya"; serta "Sahabat Baik Anti NAPZA (AnandaBersinar)".
Artikel Terkait
Agus Andrianto Dorong Anak Binaan LPKA Berubah dan Kembali ke Masyarakat
Pramono Ajak Anak Jakarta Berani Bermimpi di Hari Anak Nasional
Pramono Anung: Anak Jangan Terlalu Banyak Tugas, Harus Punya Waktu Bermain
Peringati Hari Anak Nasional, Kemensos Gelar Bakti Sosial Terpadu di Bogor