Pemerintah Provinsi Banten bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia membuka peluang investasi bagi investor asal Vietnam. Langkah ini diambil setelah sejumlah pengusaha Vietnam menyatakan minatnya terhadap potensi ekonomi di Banten.
Gubernur Banten Andra Soni mengungkapkan, ketertarikan investor Vietnam disampaikan dalam pertemuan dengan Komite Bilateral Vietnam dan Kamboja KADIN, Edwin Setiawan Tjie, di Gedung Negara pada Senin (20/7/2026). Dalam pertemuan itu, Edwin menawarkan Banten sebagai salah satu tujuan investasi dengan pertimbangan lokasi yang dekat dengan Jakarta, pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, serta jumlah penduduk yang besar peringkat keenam terbesar di Indonesia.
"Beliau menyampaikan bahwa banyak pengusaha atau industrialis di Vietnam yang melirik Indonesia. Pak Edwin, sebagai pihak yang membangun komunikasi dengan industri di Vietnam, menawarkan Banten sebagai salah satu tujuan investasi," ujar Andra seusai pertemuan.
Beberapa sektor investasi yang akan ditawarkan meliputi kawasan industri terpadu, perumahan atau real estate, serta peternakan sapi perah. Andra menjelaskan, sektor peternakan sapi perah menjadi perhatian karena program Makan Bergizi Gratis (MBG) memerlukan pasokan susu yang besar, sementara Indonesia masih banyak mengimpor. "Kita memiliki potensi untuk memproduksi susu dengan teknologi yang telah dijalankan di Vietnam," jelasnya.
Pertemuan dengan KADIN ini merupakan langkah awal. Ke depannya, akan ada pembahasan lebih lanjut melalui Banten Investment Forum pada Oktober, yang digelar dalam rangkaian HUT Banten. "Insyaallah akan ditindaklanjuti dengan Banten Investment Forum pada bulan Oktober. Nantinya, kami akan mengundang banyak calon investor dari berbagai negara," tambah Andra.
Andra menegaskan, Pemprov Banten berkomitmen memfasilitasi setiap investor yang ingin menanamkan modalnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Artikel Terkait
Sungai Cisadane Hitam, Gubernur Banten Temukan Perusahaan Penyebab
Balita di Serang Kecanduan Rokok, Orang Tua Minta Bantuan
Kebakaran TPA Jatiwaringin Jadi Pelajaran, Dinas LH Banten Minta Pengelola Siaga
600 Koperasi Merah Putih di Banten Belum Miliki Bangunan Fisik