PM Jepang Sanae Takaichi Diteriaki Demonstran Saat Peringatan Perang, Protes Kebijakan Ekspor Senjata

- Rabu, 24 Juni 2026 | 12:35 WIB
PM Jepang Sanae Takaichi Diteriaki Demonstran Saat Peringatan Perang, Protes Kebijakan Ekspor Senjata

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi diteriaki oleh demonstran saat menghadiri acara peringatan Perang Dunia II, Selasa (23/6) waktu setempat. Kemarahan para pengunjuk rasa itu dipicu oleh perubahan kebijakan pemerintah Jepang yang dinilai mulai meninggalkan sikap pasifis yang telah dipegang teguh selama beberapa dekade terakhir.

Sebagai sekutu dekat Amerika Serikat, Jepang pada April lalu melonggarkan aturan tentang ekspor senjata mematikan. Takaichi sendiri telah lama dikenal sebagai tokoh keamanan garis keras dan pernah menyatakan keinginannya untuk merevisi Konstitusi Jepang. Tahun lalu, ia juga memicu kemarahan China lewat komentarnya tentang Taiwan.

Aksi protes terjadi ketika Takaichi menghadiri peringatan 81 tahun berakhirnya Pertempuran Okinawa yang brutal pada 1945, yang menewaskan sekitar 200.000 warga Jepang. Sepanjang pidato sang perdana menteri, sekelompok demonstran yang vokal terus-menerus meneriakinya.

“Tidak untuk Perang!” dan “Lindungi Pasal 9!” terdengar dari kerumunan. Teriakan itu merujuk pada klausul dalam Konstitusi Jepang yang secara eksplisit menolak perang.

“Setiap kali saya merenungkan penyesalan semua orang yang gugur dalam perang dan duka cita keluarga yang ditinggalkan, hari saya dipenuhi kesedihan yang mendalam,” kata Takaichi dalam pidatonya.

“Di bawah janji teguh kita untuk tidak pernah lagi mengulangi kehancuran perang, Jepang telah secara teguh melangkah maju di jalur ini sebagai bangsa yang menempatkan nilai tertinggi pada perdamaian,” ujar PM perempuan itu.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini