Nasib randu alas raksasa itu akhirnya berujung. Setelah berusia sekitar dua setengah abad menghiasi Desa Tuksongo, Borobudur, pohon ikonik itu akan benar-benar tumbang besok.
Keputusan ini tak datang tiba-tiba. Sejak Senin lalu, Pemerintah Kabupaten Magelang sudah menggelar pertemuan khusus. Mereka membahas hasil kajian dari Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta yang mengupas tuntas kondisi pohon legendaris tersebut. Pertemuan di Balkondes Tuksongo itu ramai dihadiri banyak pihak, mulai dari Forkompincam, BPBD, DLH, hingga perwakilan desa dan tokoh masyarakat.
Prosesnya sendiri sempat diwarnai keraguan. Kepala Pelaksana BPBD Magelang, Edi Wasono, mengaku Kades awalnya masih gamang.
Nah, itulah kompromi yang akhirnya disepakati bersama lewat musyawarah. Alih-alih hilang seluruhnya, sebagian batang pohon akan dipertahankan dan diubah menjadi monumen, sebuah pengingat akan kejayaannya dulu.
Artikel Terkait
Jenazah Tanpa Identitas Ditemukan Saat Evakuasi Bangkai Kapal di Selat Bali
Israel Buka Kembali Rafah, Akses Terbatas untuk Warga Sipil
Prabowo Gelar Rapat Maraton, Bahas Korupsi hingga Davos
Api Abadi Mrapen Padam, Api yang Konon Tak Pernah Redup Akhirnya Mati