Randu Alas Raksasa Tuksongo Akhirnya Tumbang, Sebagian Batang Dijadikan Monumen

- Minggu, 01 Februari 2026 | 12:00 WIB
Randu Alas Raksasa Tuksongo Akhirnya Tumbang, Sebagian Batang Dijadikan Monumen

Nasib randu alas raksasa itu akhirnya berujung. Setelah berusia sekitar dua setengah abad menghiasi Desa Tuksongo, Borobudur, pohon ikonik itu akan benar-benar tumbang besok.

Keputusan ini tak datang tiba-tiba. Sejak Senin lalu, Pemerintah Kabupaten Magelang sudah menggelar pertemuan khusus. Mereka membahas hasil kajian dari Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta yang mengupas tuntas kondisi pohon legendaris tersebut. Pertemuan di Balkondes Tuksongo itu ramai dihadiri banyak pihak, mulai dari Forkompincam, BPBD, DLH, hingga perwakilan desa dan tokoh masyarakat.

Prosesnya sendiri sempat diwarnai keraguan. Kepala Pelaksana BPBD Magelang, Edi Wasono, mengaku Kades awalnya masih gamang.

"Pak Kades masih gamang ketika mau memutuskan sehingga hari ini final bahwa akan dilakukan pemangkasan dengan catatan sebagian itu nanti akan dijadikan monumen,"

Nah, itulah kompromi yang akhirnya disepakati bersama lewat musyawarah. Alih-alih hilang seluruhnya, sebagian batang pohon akan dipertahankan dan diubah menjadi monumen, sebuah pengingat akan kejayaannya dulu.

Lalu, eksekusinya kapan? Rencananya, penebangan akan dilaksanakan besok, Senin. Tim gabungan yang terdiri dari DLH, relawan, dan warga Tuksongo sendiri akan turun tangan.

Joni Budi Hermanto dari Dinas Lingkungan Hidup Magelang mempertegas rencana itu.

"Hari Senin (2/2), insyaallah kami dari DPU, DLH, dari relawan, Tim Pak Kades, dan masyarakat Tuksongo rencananya akan memotong itu (randu alas),"

Jadi, riwayat sang raksasa hijau itu pun berakhir. Sebuah babak panjang dalam sejarah Tuksongo akan ditutup dengan suara gergaji mesin, meninggalkan kenangan dan sebongkah monumen yang bisu.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler