Banjir di Jakarta ternyata belum juga mau mengalah. Pagi ini, Jumat (30/1), air masih menggenangi puluhan RT di berbagai sudut ibu kota. Situasinya memang belum membaik.
Menurut pantauan terbaru BPBD DKI Jakarta pukul tujuh pagi tadi, tercatat ada 39 RT dan tiga ruas jalan yang masih terendam. Yang cukup mencemaskan, ketinggian air di beberapa titik di Jakarta Selatan dan Timur bahkan dilaporkan mencapai 3,5 meter. Cukup untuk menyapu banyak hal.
"BPBD mencatat saat ini terdapat 39 RT dan 3 Ruas Jalan Tergenang,"
begitu bunyi data resmi yang mereka rilis.
Di sisi lain, upaya penanganan terus digenjot. Personel BPBD disebar untuk memantau perkembangan genangan di lapangan. Mereka juga fokus pada penyedotan air dan memastikan saluran-saluran air berfungsi normal. Targetnya jelas: air harus cepat surut.
"Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat," tegas BPBD DKI.
Mereka juga tak henti-hentinya mengingatkan warga untuk tetap waspada. Kalau ada keadaan darurat, jangan ragu untuk menghubungi nomor 112. Layanan itu gratis dan siap melayani kapan saja, siang maupun malam.
Nah, berikut ini rincian sebaran banjir pagi tadi. Data ini bisa memberi gambaran tentang wilayah mana saja yang paling terdampak.
Jakarta Barat: 8 RT terendam. Lokasinya tersebar di Kelurahan Kedaung Kali Angke (4 RT), Rawa Buaya (1 RT), dan Kembangan Selatan (3 RT). Airnya sekitar 20 hingga 30 cm, diduga karena hujan deras dan luapan Kali Mookervaart.
Jakarta Selatan: 8 RT terdampak. Kawasan Pejaten Timur (4 RT), Rawajati (2 RT), dan Tanjung Barat (2 RT) yang terendam. Di sini kondisinya lebih parah, ketinggian air bervariasi dari 1,5 meter sampai 3,5 meter. Penyebabnya masih sama: curah hujan tinggi dan Kali Ciliwung yang meluap.
Jakarta Timur jadi wilayah terdampak terbesar, dengan 21 RT tergenang. Rawa Terate, Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, Cililitan, hingga Balekambang semua kebagian. Ketinggian airnya beragam, mulai dari 50 cm hingga yang paling dalam 3,5 meter. Lagi-lagi, Ciliwung disebut sebagai biang keroknya.
Jakarta Utara: 2 RT terendam. Tepatnya di Kelurahan Cilincing dan Marunda, masing-masing satu RT. Genangan di sini relatif rendah, 20-30 cm, akibat luapan Kali Nagrak dan hujan yang tak kunjung berhenti.
Sementara itu, sejumlah warga yang rumahnya tak lagi layak huni terpaksa mengungsi. Mereka ditampung di beberapa titik.
Di Jakarta Barat, tepatnya di Kelurahan Kedaung Kali Angke, sebanyak 3 KK (14 jiwa) mengungsi di Masjid Jami AlFudhola.
Jakarta Pusat menampung pengungsi di Kelurahan Karet Tengsin. RPTRA Segas RW.06 menampung 1 KK (2 jiwa), sementara Aula Masjid Muhajirin RW.07 menampung lebih banyak, yaitu 12 KK (48 jiwa).
Jakarta Timur memiliki beberapa titik pengungsian. Di Kelurahan Kampung Melayu, SDN Kampung Melayu 02 menjadi tempat sementara bagi 41 KK (152 jiwa).
Di Kelurahan Cawang, pengungsi tersebar di Saung Lapangan Tennis RW 03 (17 KK/40 jiwa) dan Musholla Al Islah (20 KK/50 jiwa).
Lalu di Kelurahan Bidara Cina, Aula Masjid Al Abror menampung 3 KK dengan total 9 jiwa.
Kondisinya memang belum ideal. Butuh waktu dan kerja keras agar semuanya kembali normal.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi