Hujan deras yang mengguyur Kota Bogor Kamis siang ternyata membawa dampak serius. Sekitar pukul setengah tiga sore, sebuah tebing di Jalan Raya Cilebut tak lagi mampu menahan beban. Tanahnya ambles, membawa serta segala yang ada di atasnya.
Menurut Kalak BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko, longsoran itu terjadi persis di Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal. "Struktur tanahnya memang sudah labil, ditambah hujan deras tadi, akhirnya longsor," jelasnya kepada awak media.
Dia menyebutkan, tebing setinggi delapan meter dengan panjang sekitar lima belas meter itu runtuh. Bukan cuma tanah yang bergerak.
"Beberapa pohon ikut terbawa, dan sebuah rumah kosong milik Ibu Titi Sulastri yang berada di bawah tebing ikut tertimbun," tambah Dimas. Untungnya, rumah tersebut dilaporkan tidak berpenghuni saat kejadian, sehingga tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Di sisi lain, suasana di lokasi langsung riuh. Petugas kepolisian dari Satlantas Polresta Bogor Kota cepat bergerak ke tempat kejadian. Tugas utama mereka: mengatur arus lalu lintas yang melintas di bibir jurang yang baru terbentuk itu.
KBO Satlantas, Iptu Lukito, yang dihubungi terpisah, menjelaskan situasinya. "Anggota masih siaga di lokasi untuk pengaturan. Arus tetap dua arah, tapi kami atur supaya kendaraan tidak terlalu mendekati pinggir tebing yang ambles," katanya.
Lukito juga mengungkapkan kekhawatirannya. Menurutnya, jalur Cilebut ini sudah lama dikenal rawan. "Sepanjang jalur itu nggak ada pembatas tebingnya. Langsung curam, langsung jurang. Kalau ada yang terperosok, ya langsung jatuh ke sungai di bawah," ujarnya menerangkan. Kondisi itu makin parah saat malam hari karena penerangan yang minim.
Sampai berita ini diturunkan, proses pemantauan dan pengamanan di lokasi masih terus berlangsung. Warga dan pengendara diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintas.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi