Demo Buruh Jakarta, Ribuan Personel Disiagakan
Jakarta bersiap lagi. Hari ini, sejumlah kelompok buruh akan turun ke jalan untuk mendesak revisi Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI. Aksi ini dipastikan bakal menyita perhatian, terutama di sekitar kawasan Istana.
Menyikapi hal itu, kepolisian tak main-main. Mereka menyiagakan lebih dari seribu personel gabungan untuk mengawal jalannya unjuk rasa. Jumlahnya tepat 1.174 orang, berasal dari Polda Metro Jaya hingga jajaran polres dan polsek.
"Pengamanan aksi unjuk rasa dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, KSPI DKI Jakarta, KSPI Provinsi Jawa Barat dan beberapa elemen massa di wilayah Gambir. 1.174 personel gabungan (Polda, Polres, Polsek jajaran), pelayanan unjuk rasa wilayah Jakpus,"
Demikian penjelasan Kasie Humas Polres Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, dalam keterangan tertulisnya Rabu lalu. Dia menegaskan, rekayasa lalu lintas di lokasi akan dilakukan secara situasional, menyesuaikan kondisi di lapangan. Masyarakat yang tidak berkepentingan disarankan mencari jalur lain untuk menghindari kemacetan yang mungkin timbul.
Menurut Erlyn, pendekatan yang dipilih adalah humanis. Personel diharapkan bisa berdialog. Dia pun mengajak massa demonstran untuk menyampaikan aspirasinya dengan tertib, sesuai koridor aturan yang berlaku. Intinya, semua pihak diharap menjaga situasi agar tetap kondusif.
Di sisi lain, Presiden KSPI Said Iqbal telah membeberkan rencana aksi. Titik kumpul massa adalah di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, yang lokasinya memang tak jauh dari Istana Kepresidenan.
"Mengusung isu revisi UMP dan UMSP DKI yang sangat murah, kembalikan UMSK 19 kabupaten/kota se-Jabar sesuai rekomendasi bupati atau walikotanya, selamatkan 2.500 buruh PT Pakerin Mojokerto dari PHK akibat ulah pemerintah pusat,"
Begitu penjelasan Said Iqbal mengenai tuntutan yang akan dibawa. Isunya cukup beragam, mulai dari upah di Jakarta hingga nasib buruh di Jawa Barat dan Mojokerto. Aksi hari ini, tampaknya, menjadi wadah kumpulnya berbagai persoalan ketenagakerjaan yang belum tuntas.
Artikel Terkait
PDI-P Balik Serang Demokrat: Kritik Tak Harus Konstruktif, AHY Dinilai Beri Insinuasi
Menteri Hukum Paparkan Program Posbankum Desa di Forum Hukum Internasional Rusia
Lonjakan Harga Pertamax Dorong Anak Muda Jakarta Beralih ke Transportasi Umum demi Hemat Biaya
Ledakan Keras di Prambanan Bikin Warga Panik, Ternyata Kembang Api untuk Acara Prewedding