Rudy juga memberi catatan penting. "Saya ingatkan, perlu kehati-hatian ekstra dalam penerbitan perizinan," bebernya.
Pembangunan, lanjutnya, jangan sampai malah menimbulkan persoalan sosial, ekonomi, atau lingkungan di masa depan.
Lalu, bagaimana dengan Dinas Kebudayaan? Pembentukannya punya alasan spesifik. Selama ini, urusan budaya masih bergabung dengan pariwisata. Padahal, Bogor punya kekayaan yang melimpah: situs sejarah, prasasti, beragam tradisi. Sayangnya, banyak yang belum terinventarisasi dengan baik, apalagi dikelola secara optimal.
"Dengan dinas tersendiri, pengelolaan budaya bisa lebih fokus," pungkas Rudy. Tujuannya jelas: pelestarian dan pengelolaan warisan budaya daerah bisa dilakukan dengan lebih serius dan mendalam.
Artikel Terkait
Tiga Nyawa Melayang di Kontrakan Warakas, Satu Selamat Dibawa ke RS
Iran Bergolak: Lima Hari Kerusuhan Tewaskan Enam Warga, Tuntutan Beralih ke Kekuasaan
Korlantas Perpanjang Pengawalan, Arus Balik Masih Jadi Fokus
Mazda Hitam Tabrak Lari, Dua Remaja Tewas dalam Kejar-Kejaran Mencekam