Rudy juga memberi catatan penting. "Saya ingatkan, perlu kehati-hatian ekstra dalam penerbitan perizinan," bebernya.
Pembangunan, lanjutnya, jangan sampai malah menimbulkan persoalan sosial, ekonomi, atau lingkungan di masa depan.
Lalu, bagaimana dengan Dinas Kebudayaan? Pembentukannya punya alasan spesifik. Selama ini, urusan budaya masih bergabung dengan pariwisata. Padahal, Bogor punya kekayaan yang melimpah: situs sejarah, prasasti, beragam tradisi. Sayangnya, banyak yang belum terinventarisasi dengan baik, apalagi dikelola secara optimal.
"Dengan dinas tersendiri, pengelolaan budaya bisa lebih fokus," pungkas Rudy. Tujuannya jelas: pelestarian dan pengelolaan warisan budaya daerah bisa dilakukan dengan lebih serius dan mendalam.
Artikel Terkait
Jaecoo J5 EV Raih Gelar Mobil Listrik Terlaris Indonesia Maret 2026
PT Wana Rimba Nusantara Buka Lowongan Finance & Administration Officer hingga 23 April 2026
Polisi Janji Usut Bandar Narkoba Usai Aksi Warga Bakar Rumah di Rokan Hilir
ADA Band Rilis Selalu Ada, Refleksi Kedewasaan Setelah Tiga Dekade Berkarya