Gencatan Senjata Diumumkan Trump, Perbatasan Kamboja-Thailand Masih Berasap

- Senin, 15 Desember 2025 | 07:20 WIB
Gencatan Senjata Diumumkan Trump, Perbatasan Kamboja-Thailand Masih Berasap

Suasana tegang masih menyelimuti perbatasan Kamboja dan Thailand. Konflik bersenjata yang berkepanjangan itu, rupanya, malah kian meluas. Kini, pertempuran dilaporkan merembet ke wilayah pesisir yang juga jadi rebutan kedua negara.

Di tengah situasi yang memanas, muncul kabar dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Melalui unggahan di Truth Social, Trump mengklaim kedua negara tetangga itu sepakat untuk menghentikan baku tembak. Menurutnya, perdamaian sudah di depan mata.

"Saya baru saja melakukan percakapan yang sangat baik dengan Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, dan Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet," tulis Trump.

Dia menjelaskan, pembicaraan itu menyangkut konflik lama yang kembali berkobar di antara mereka.

Inti dari klaim Trump sederhana: kedua pihak setuju untuk menghentikan semua penembakan. Mereka juga disebut akan kembali mematuhi perjanjian perdamaian awal yang dibuat sebelumnya, tak lepas dari bantuan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. Trump pun menyampaikan terima kasihnya kepada Anwar.

"Mereka telah setuju untuk menghentikan semua penembakan mulai malam ini," tegasnya, seraya menyebut kesepakatan Juli lalu.

Tak cuma soal gencatan senjata. Trump juga menyebut Kamboja dan Thailand siap melanjutkan lagi negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat. "Kedua negara siap untuk perdamaian dan perdagangan berkelanjutan dengan Amerika Serikat," imbuhnya.

Namun begitu, di lapangan, situasinya tak semudah pengumuman di media sosial. Laporan AFP menyebut pertempuran terbaru ini telah memaksa sekitar setengah juta orang mengungsi di kedua sisi perbatasan. Akar masalahnya klasik: perselisihan batas wilayah sepanjang 800 kilometer yang warisannya berasal dari era kolonial. Saling tuduh soal siapa yang memulai kembali konflik pun terus bergulir.

Jadi, meski kabar perdamaian datang dari seberang lautan, realitas di tanah perbatasan masih gelap oleh asap mesiu. Apakah kesepakatan ini benar-benar akan dijalankan, atau hanya menjadi jeda sejenak sebelum pertikaian berikutnya? Waktu yang akan menjawab.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler