46 Adegan Rekonstruksi Kasus Tengkulak Sawit Tewas Dibacok di Pandeglang

- Rabu, 10 Desember 2025 | 12:15 WIB
46 Adegan Rekonstruksi Kasus Tengkulak Sawit Tewas Dibacok di Pandeglang

Polisi di Pandeglang, Banten, baru saja menyelesaikan rekonstruksi sebuah kasus yang cukup menghebohkan: pembunuhan seorang tengkulak kelapa sawit. Tak tanggung-tanggung, proses ini melibatkan 46 adegan yang diperagakan ulang di lokasi kejadian.

Kanit Tipidum Satreskrim Polres Pandeglang, Robert Sangkala, membenarkan hal itu saat ditemui Rabu (10/12/2025).

"Kami dari Satreskrim sudah melaksanakan rekonstruksi untuk kasus dugaan penganiayaan yang berujung maut," ujarnya.

Ia menambahkan, "Total ada 46 adegan. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar."

Menurut Robert, tujuan utama rekonstruksi ini adalah untuk mengungkap kembali kronologi peristiwa secara lebih jelas. Semua pihak yang terlibat, mulai dari saksi, korban, hingga pelaku, turut serta dalam simulasi ini. "Yang ikut banyak, ada beberapa saksi, pelapor, juga pelaku," jelasnya.

Namun begitu, dari proses panjang itu, polisi mengaku belum menemukan fakta-fakta baru yang signifikan. Rangkaian peristiwa yang terungkap masih sejalan dengan berita acara pemeriksaan yang sudah ada.

"Sementara ini, hasil pemeriksaan dan rekonstruksi kami anggap sesuai," kata Robert.

Tapi, rupanya tidak semuanya mulus. Robert mengakui ada catatan dari pihak lain. "Ada beberapa hal yang menurut kuasa hukum masih kurang. Mereka sudah menyampaikannya kepada kami," tuturnya.

Kasus ini berawal dari tewasnya Aang Humaedi, pria 34 tahun asal Pandeglang. Ia meninggal dunia akibat luka bacok di tubuhnya. Polisi menuding seorang pria berinisial A alias Duo (35) sebagai pelaku yang membacok korban.

Kejadian berdarah ini memanas di Kampung Rancasadang, Desa Cikalog, Kecamatan Cibitung. Konon, pemicunya adalah hal-hal yang sepele namun kerap memicu gesekan: rebutan lahan parkir dan perebutan klien penjualan buah sawit.

Perkelahiannya sendiri tidak seimbang. Duo, si pelaku, harus berhadapan dengan Humaedi dan enam temannya. Akibatnya fatal. Humaedi tewas, dua kawannya mengalami luka berat. Duo sendiri tak luput, ia terluka sayat di bagian punggungnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler