Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan Indonesia mampu menangani sendiri bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Pernyataan ini disampaikannya usai memberikan kuliah umum di Universitas Hasanuddin, Makassar, Selasa lalu. Menurutnya, situasi sekarang sangat berbeda dengan masa-masa sulit pasca tsunami Aceh dua dekade silam.
"Kami di Kemenhan adalah bagian dari sistem penanggulangan bencana yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo," ujar Sjafrie.
Dia menjelaskan, setelah dievaluasi, bencana kali ini dinilai sebagai jenis bencana yang bisa diatasi oleh bangsa sendiri tanpa perlu melibatkan bantuan asing.
Di sisi lain, Sjafrie menyebut sumber daya nasional yang tersedia saat ini cukup memadai. Mulai dari peralatan angkut baik darat, laut, maupun udara hingga logistik dan stok obat-obatan. Bahkan, tenaga medis tambahan juga didatangkan dari berbagai perguruan tinggi untuk diperbantukan di lokasi bencana.
"Semua sumber daya ini kita kolaborasikan jadi satu sistem yang utuh," bebernya. "Kemampuan kita sekarang memang sudah berbeda. Dulu saat tsunami, kita sempat kesulitan karena belum mandiri."
Dia pun menekankan bahwa kemandirian itu yang kini menjadi kunci. Indonesia, kata dia, sudah punya kemampuan untuk mengatasi musibah banjir dan longsor di Sumatera Utara, Aceh, maupun Sumatera Barat dengan kekuatan sendiri.
Nada optimisme itu jelas terasa dalam pernyataannya. Meski begitu, upaya penanganan di lapangan tentu tetap menjadi tantangan tersendiri bagi semua pihak yang terlibat.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi