Rumahnya digeruduk massa pada Minggu sore lalu. Kejadian ini berawal dari laporan sejumlah klien yang merasa ditipu oleh Ayu Puspita, pemilik sebuah wedding organizer. Mereka ramai-ramai mendatangi kediaman wanita di Jakarta Timur itu, lalu menggiringnya langsung ke Polda Metro Jaya.
Kasus ini sempat ramai di media sosial sebelum akhirnya polisi turun tangan. Saat ini, penanganannya sudah dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Utara.
Kanit Reskrim Polsek Cipayung, Iptu Edy Handoko, membenarkan kejadian penggerebekan itu. Namun, ia menegaskan bahwa aksi tersebut murni dari masyarakat, bukan inisiatif aparat.
"Minggu sore digerebek banyak orang. Terus dibawa ke Polda langsung," ujarnya.
"Saya sempat tanya ke piket, apakah penggerebekan dilakukan Polsek, tapi ternyata bukan dari kami."
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi? Menurut pengakuan para korban, janji layanan tak kunjung dipenuhi. Padahal, uang sudah dibayar lunas. Yang paling menyakitkan, saat hari pernikahan tiba, sang WO malah hilang bak kabut. Tak ada kejelasan, kontak pun tak bisa dihubungi.
Edy Handoko menjelaskan, "Menurut korban-korban yang ditipu, saat sudah mau pelaksanaan, orangnya tidak ada. Itu yang menjadi dasar laporan-laporan yang masuk."
Kini, kasusnya sedang ditangani. Banyak pasangan yang berharap ada keadilan, sekaligus menjadi pelajaran untuk lebih berhati-hati memilih vendor di hari bahagia mereka.
Artikel Terkait
Rapat Paripurna DPR Digelar, 293 Anggota Hadir dan Bahas LHP LKPP
Polres OKU Selatan Bedah 11 Rumah Korban Bencana Alam
Keterbatasan Fisik Tak Halangi Abdul Fatah Kembangkan Bisnis Susu Kambing Kambia
Evaluasi Program Pengembangan Dosen: Antara Workshop dan Perubahan Praktik Nyata