Investor Asing Siap Garap Ladang Angin dan Matahari Terbesar di Banten

- Senin, 08 Desember 2025 | 14:55 WIB
Investor Asing Siap Garap Ladang Angin dan Matahari Terbesar di Banten

Kabarnya, ada investor asing yang melirik Banten untuk proyek energi terbarukan. Pemerintah Provinsi setempat mengungkapkan minat itu tertuju pada pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu atau PLTB. Saat ini, pihak investor masih sibuk melakukan penelitian untuk menentukan lokasi yang paling pas.

Kepala Dinas ESDM Banten, Ari James Faraddy, memberikan penjelasan lebih rinci. Pertemuan dengan awak media itu berlangsung di Serang, Senin lalu.

"Rencananya, kita akan membangun PLTB dari batas Ujung Kulon hingga perbatasan Pelabuhanratu," ujar Ari.

Dia menyebut kapasitas yang ditargetkan sekitar 200 megawatt. Menariknya, investor sudah mulai bergerak. "Salah satunya bahkan sudah menempatkan alat untuk memonitor ketinggian dan kecepatan angin. Soalnya, ini tidak bisa asal pasang," tambahnya.

Namun begitu, proses penelitian ini disebutkan bakal makan waktu. Ari sendiri belum bisa memastikan kapan semuanya selesai. Bisa lama, katanya.

"Mereka butuh waktu yang tidak sebentar untuk penelitian, bahkan sampai satu tahun. Tapi alatnya sudah terpasang," jelasnya.

Dari pembicaraan itu, kemungkinan besar nanti akan ada dua lokasi pembangunan. Satu lokasi ditargetkan mampu menghasilkan energi sebesar 100 megawatt.

Di sisi lain, angin bukan satu-satunya potensi yang digarap. Provinsi di ujung barat Pulau Jawa ini juga mendapat minat untuk proyek tenaga surya. Sebuah investor asing disebut tertarik membangun PLTS di Lebak, yang diklaim akan menjadi yang terbesar di Indonesia.

"Akan jadi padang pasir PLTS," kata Ari menggambarkan skala proyek yang ambisius itu. Kapasitasnya disebut mencapai 400 megawatt.

Sama seperti proyek PLTB, jadwal pasti pembangunan PLTS ini juga masih mengambang. Ari menyebut semuanya masih dalam tahap kajian. Meski begitu, dia cukup optimis.

"Kajian masih berjalan. Yang pasti, investasinya sudah ada dan sudah siap," ucapnya.

Dia menekankan, kehadiran investor luar ini bukan cuma soal listrik. "Dengan membangun PLTS terbesar, kita bisa berkontribusi mengurangi gas efek rumah kaca," pungkas Ari.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler