Dari Penipuan Online ke Godfather Narkoba: Kisah Jatuhnya Gembong Sabu Rp 5 Triliun

- Kamis, 04 Desember 2025 | 07:55 WIB
Dari Penipuan Online ke Godfather Narkoba: Kisah Jatuhnya Gembong Sabu Rp 5 Triliun

Dari dunia penipuan daring di Kamboja, akhirnya banting setir ke bisnis narkoba lintas benua. Begitulah perjalanan Dewi Astutik alias PA (43), gembong narkoba yang baru saja diciduk, menurut pengungkapan Badan Narkotika Nasional (BNN). Awalnya, perempuan 43 tahun itu hanya bekerja di tempat scamming. Namun, segalanya berubah setelah dia bertemu dengan seorang warga Nigeria berinisial DON.

Pria itulah yang disebut-sebut sebagai ‘Godfather’ dalam operasi mereka.

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menjelaskan pertemuan itu. “Singkat cerita, dia bertemu orang Nigeria yang sudah jadi buronan, inisial DON,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).

“DON inilah yang menjadi caretaker dan godfather-nya selama di Kamboja. Di sana, PAR merasa bisa mengendalikan semua jaringan hanya dengan uang,” lanjut Suyudi.

Dewi Astutik diketahui tiba di Kamboja sekitar Februari 2023. Kerja sama jual beli narkotika dengan DON sendiri dikatakan baru berjalan kencang sejak awal tahun 2024. Jaringannya ternyata tak main-main, menjangkau kawasan Asia hingga Afrika.

“Polanya begini: DA yang supply dan atur kurir. Sementara DON yang menyuplai barang narkotika ke Dewi,” jelas Suyudi lebih rinci.

“Dewi yang siapkan pengemasan, lalu DON yang membiayai seluruh operasi jaringan melalui dia.”

Namun begitu, panggung kejahatan mereka akhirnya runtuh. Sang ‘Godfather’, DON, konon sudah diamankan dan sekarang berada di Amerika Serikat. Dia sendiri sebelumnya sudah menjadi buronan Drug Enforcement Administration (DEA) AS.

Di sisi lain, nama Dewi Astutik sendiri telah masuk red notice Interpol sejak 3 Oktober 2024. Dia juga dicari oleh pemerintah Korea Selatan. Penangkapannya di Kamboja pada Senin (1/12) lalu berjalan lancar, tanpa ada perlawanan berarti.

Operasi yang menjerat gembong sabu senilai Rp 5 triliun ini ternyata buah dari kolaborasi panjang. BNN RI bekerja sama dengan banyak pihak: mulai dari BAIS perwakilan Kamboja, Kepolisian setempat, hingga KBRI Phnom Penh. Tak ketinggalan, Polri lewat Interpol, Bea Cukai, Kemenkeu, dan Kemlu juga turut andil.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler