Ribuan warga Meksiko dari kalangan Generasi Z membanjiri jalan-jalan utama di berbagai kota. Aksi unjuk rasa besar-besaran ini merupakan bentuk kekecewaan terhadap eskalasi kekerasan yang memuncak setelah tragedi pembunuhan Wali Kota Uruapan, Carlos Manzo, awal bulan ini.
Bentrokan fisik tak terhindarkan ketika massa demonstran berusaha menerobos kawasan Istana Nasional di Mexico City. Polisi anti-huru hara membubarkan kerumunan dengan gas air mata setelah para pengunjuk rasa merobohkan pagar pengaman di kompleks pemerintahan tersebut.
Data resmi dari Sekretaris Keamanan Publik Mexico City, Pablo Vazquez, mengungkapkan korban cukup signifikan. Sebanyak 100 anggota kepolisian mengalami luka-luka, dengan 40 di antaranya memerlukan perawatan intensif di rumah sakit. Sementara dari pihak sipil, tercatat 20 orang terluka dan 20 lainnya ditahan terkait insiden ini.
Gerakan protes tak hanya terkonsentrasi di ibu kota. Gelombang demonstrasi serupa terjadi di berbagai wilayah termasuk Michoacán, negara bagian di wilayah barat Meksiko. Aksi ini dipicu kemarahan publik atas tewasnya Wali Kota Carlos Manzo yang dikenal anti-kejahatan dalam sebuah acara peringatan Day of The Dead.
Suara kritik keras mengarah langsung kepada pemerintahan Presiden Claudia Sheinbaum. Para demonstran meneriakkan yel-yel penolakan terhadap partai berkuasa MORENA serta menuntut tindakan nyata pemerintah dalam menanggulangi kriminalitas. Salah satu spanduk terkenang dengan kalimat: "Carlos tidak mati, pemerintah yang membunuhnya".
Kelompok inisiator aksi yang menyebut diri "Generasi Z Meksiko" menyatakan gerakan mereka bersifat non-partisan. Melalui manifesto yang tersebar di platform digital, mereka menegaskan representasi suara pemuda Meksiko yang lelah menghadapi kekerasan sistematis, praktik korupsi, dan penyalahgunaan kekuasaan.
Generasi Z secara demografis mencakup individu yang lahir antara 1997-2012. Label generasi ini kini diadopsi oleh berbagai kelompok aktivis muda global sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan sosial dan politik.
Pemerintah Meksiko merespons aksi ini dengan skeptis. Dalam pernyataan resmi, pihak istana menuding unjuk rasa dikendalikan oleh kelompok oposisi sayap kanan dan disebarluaskan melalui jaringan bot media sosial yang terorganisir.
Artikel Terkait
Tiga Remaja Tewas Tertabrak Kereta Api Saat Diduga Berfoto di Rel Batang
Chelsea Gagal Menang di Kandang Usai Ditahan Imbang Burnley
Telkomsel Resmi Berlakukan Registrasi Kartu Perdana dengan Verifikasi Wajah
Como Tundukkan Juventus 2-0 di Allianz Stadium