2 Oknum Polisi Terancam Dipecat Usai Tipu Pengusaha Rp 2,6 Miliar Modus Jalur Khusus Akpol

- Sabtu, 25 Oktober 2025 | 06:10 WIB
2 Oknum Polisi Terancam Dipecat Usai Tipu Pengusaha Rp 2,6 Miliar Modus Jalur Khusus Akpol

Kasus Penipuan Akpol Rp 2,6 Miliar Naik ke Penyidikan, 2 Oknum Polisi Terancam Dipecat

Polda Jawa Tengah telah meningkatkan status kasus penipuan rekrutmen Akademi Kepolisian (Akpol) yang menjerat dua oknum polisi di Kabupaten Pekalongan ke tahap penyidikan. Polisi telah memeriksa empat orang terduga pelaku, termasuk dua anggota Polri dari Polres Pekalongan yang diduga terlibat dalam komplotan penipuan ini.

Modus Jalur Khusus Kapolri Rugikan Korban Rp 2,6 Miliar

Korban, seorang pengusaha dari Kabupaten Pekalongan berinisial Dwi Purwanto, warga Desa Kulu, Karanganyar, mengalami kerugian mencapai Rp 2,6 miliar. Ia terperdaya janji pelulusan anaknya melalui "jalur khusus Kapolri" yang ditawarkan oleh para tersangka.

Identitas Pelaku dan Peran dalam Penipuan

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, mengungkapkan bahwa empat orang yang diperiksa terdiri dari dua anggota Polri berinisial Aipda F dan Bripka AU, serta dua warga sipil bernama Agung dan Joko. Kedua oknum polisi berperan sentral dengan membujuk dan meyakinkan korban, sementara dua warga sipil membantu proses bujuk rayu dan penyaluran uang korban secara bertahap.

Pengembalian Kerugian dan Tindakan Tegas Polda Jateng

Dari total kerugian Rp 2,6 miliar, polisi berhasil menyita sekitar Rp 600 juta. Polda Jateg menegaskan tidak akan mentoleransi penyalahgunaan wewenang ini. Penanganan dilakukan secara paralel oleh Ditreskrimum Polda Jateng untuk tindak pidana penipuan dan Bidpropam Polda Jateng untuk pelanggaran kode etik profesi Polri.

Peringatan Kapolres Pekalongan untuk Masyarakat

Kapolres Pekalongan mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur janji kelulusan berbayar. Proses rekrutmen Polri dipastikan berjalan bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (BETAH).

Kedua oknum polisi yang terlibat saat ini masih berstatus anggota, namun Polda Jateng memastikan akan memberikan tindakan tegas, termasuk potensi pemecatan, setelah proses penyelidikan rampung.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler