Mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Komjen Pol (Purn) Dharma Pongrekun, membuat pernyataan mengejutkan dengan memastikan bahwa hacker Bjorka yang asli masih berkeliaran dan belum ditangkap oleh pihak kepolisian.
Purnawirawan jenderal polisi itu dengan tegas menyebut bahwa penangkapan Bjorka yang diumumkan oleh Polda Metro Jaya hanyalah sebuah drama. "Bjorka (ditangkap polisi) itu bohong. Itu drama," ujar Dharma Pongrekun dalam sebuah wawancara.
Klaimnya ini diperkuat dengan pengakuan bahwa ia mendapatkan informasi langsung dari seorang teman yang baru saja berkomunikasi dengan Bjorka yang asli melalui aplikasi WhatsApp. Dharma menuturkan bahwa Bjorka yang sebenarnya tidak berada di Indonesia.
"Kawan saya baru kemarin dia WA WA-an sama Bjorka yang asli, dan bukan di Indonesia yang asli ya," kata dia. Ia juga menambahkan bahwa saat ini banyak muncul akun-akun yang mengklaim diri sebagai Bjorka asli, yang ia sebut sebagai bagian dari permainan opini.
Dharma kembali menegaskan bahwa informasi tentang kebebasan Bjorka ini ia dapatkan dari temannya, dan bukan dari dirinya secara langsung. Hal ini ia sampaikan untuk menegaskan sumber informasinya.
Sebelumnya, publik dihebohkan dengan kabar penangkapan hacker berjuluk Bjorka oleh Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya. Pelaku diduga melakukan akses ilegal dan memanipulasi data di forum Dark Web sejak tahun 2020. Dalam sebuah video yang beredar, tersangka berinisial WFT (22) ditangkap di rumah pacarnya dan diperiksa oleh petugas.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu