Perkelahian Meletus di Studio Podcast Los Angeles: Aktivis Pro-Israel vs Kandidat Kongres AS

- Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:20 WIB
Perkelahian Meletus di Studio Podcast Los Angeles: Aktivis Pro-Israel vs Kandidat Kongres AS

Sebuah perdebatan sengit di sebuah studio podcast di Los Angeles, California, berakhir dengan perkelahian fisik antara aktivis pro-Israel Yoseph Haddad dan kandidat Kongres AS dari Partai Republik, Dennis Feitosa, yang dikenal dengan nama online Def Noodles. Insiden tersebut terjadi pada 10 Agustus 2026, saat keduanya menjadi bintang tamu dalam acara berformat debat satu lawan sepuluh, di mana satu orang harus berhadapan dengan sepuluh lawan secara bergiliran.

Ketegangan mulai memuncak ketika Feitosa menuduh Haddad, mantan komandan Brigade Golani Israel, sebagai pelaku genosida di Gaza. Feitosa melontarkan kata-kata kasar, "You're a genocidal fucking freak!" atau dalam bahasa Indonesia, "Kau benar-benar orang sinting keparat pelaku genosida!" Tuduhan itu langsung memicu pertengkaran verbal yang berubah menjadi aksi fisik di atas meja studio. Keduanya sempat dipisahkan, namun keributan dilaporkan berlanjut hingga ke area parkir di luar gedung, di mana Haddad mengaku diserang dari belakang oleh Feitosa.

Yoseph Haddad, yang merupakan warga Arab-Israel dari Nazaret, dikenal sebagai salah satu pembela Israel yang paling vokal di panggung internasional. Ia bangga pernah bertugas di Gaza dan memimpin operasi yang menurutnya menargetkan militan, namun dituduh oleh Feitosa telah memerintahkan serangan terhadap sekolah, anak-anak, dan zona sipil. Setelah insiden tersebut, Haddad mengajukan laporan polisi atas dugaan penyerangan yang dilakukan oleh Feitosa.

Dennis Feitosa, di sisi lain, adalah seorang konten kreator, komedian, dan podcaster yang juga mencalonkan diri sebagai anggota DPR AS untuk Distrik ke-30 California. Ia dikenal aktif di media sosial dengan akun Def Noodles dan sering mengkritik kebijakan luar negeri AS, termasuk dukungannya terhadap Israel.

Video-video yang merekam kejadian ini pun viral di media sosial, memicu beragam reaksi dari warganet. Beberapa pihak mengecam tindakan Feitosa yang dianggap terlalu agresif, sementara yang lain mendukungnya karena menganggap Haddad provokatif. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari kedua belah pihak mengenai perkembangan hukum kasus ini.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags