Musabaqah Internasional Raja Abdulaziz untuk Hafalan, Tilawah, dan Tafsir Al-Qur'an ke-46 resmi dimulai di Makkah, Arab Saudi, pada 6 Agustus 2026. Kompetisi yang berlangsung hingga 19 Agustus ini diikuti oleh 334 peserta laki-laki dan perempuan dari 133 negara, menjadikannya edisi dengan jumlah peserta terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraan yang dimulai sejak 1979.
Penyelenggaraan musabaqah ini berada di bawah naungan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan dikelola oleh Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Saudi. Total hadiah yang diperebutkan mencapai 10,26 juta riyal Saudi, atau sekitar 2,74 juta dolar AS, nilai terbesar yang pernah ditawarkan dalam ajang ini.
Peserta tidak hanya diuji ketepatan hafalan, tetapi juga ketelitian bacaan, penguasaan kaidah qiraat, pemahaman kosakata, serta kemampuan menjaga konsentrasi di hadapan dewan juri internasional. Kompetisi ini bertujuan mendorong generasi muda Muslim untuk menghafal, memahami, dan menadaburi Al-Qur'an, sekaligus membangun persaingan yang sehat dan bermartabat.
Divisi Perempuan Pertama dalam Sejarah
Edisi ke-46 mencatat terobosan bersejarah dengan hadirnya divisi perlombaan khusus perempuan untuk pertama kalinya. Keputusan ini diambil setelah Raja Salman menyetujui usulan Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Saudi, Syekh Abdullatif bin Abdulaziz Al-Sheikh, pada Mei 2026.
Perlombaan dan upacara penutupan divisi perempuan digelar di Makkah Hilton Hotel & Convention, sementara babak final dan penutupan divisi laki-laki berlangsung di kompleks Masjidil Haram. Langkah ini dinilai memperluas akses internasional terhadap pendidikan Al-Qur'an serta menegaskan pengakuan atas peran perempuan sebagai pendidik, penghafal, dan penjaga transmisi pengetahuan keislaman.
Lima cabang yang dipertandingkan meliputi hafalan seluruh Al-Qur'an berdasarkan tujuh qiraat mutawatir, hafalan 30 juz dengan penafsiran kosakata, hafalan seluruh Al-Qur'an, hafalan 15 juz, serta hafalan lima juz secara berurutan.
Peningkatan Signifikan dari Tahun Sebelumnya
Jumlah hadiah tahun ini jauh lebih besar dibandingkan edisi ke-45 pada 2025 yang hanya menyediakan sekitar 4 juta riyal bagi para pemenang, ditambah 1 juta riyal untuk seluruh peserta. Kenaikan ini menunjukkan komitmen penyelenggara dalam meningkatkan kualitas dan daya tarik kompetisi.
Kementerian Urusan Islam Saudi telah menyiapkan akomodasi bagi delegasi di kawasan dekat Masjidil Haram, melengkapi sarana teknis dan logistik, serta mengatur pelayanan bagi peserta dan pendamping. Panitia juga mengadakan kegiatan kebudayaan dan kunjungan ke tempat-tempat bersejarah di Makkah dan Madinah agar pengalaman peserta tidak berhenti pada perlombaan, tetapi berkembang menjadi perjumpaan spiritual dan lintas budaya.
Partisipasi global terus menunjukkan tren peningkatan. Pada edisi ke-44 tahun 2024, diikuti 174 peserta dari 123 negara. Angka itu naik menjadi 179 peserta dari 128 negara pada 2025, dan melonjak signifikan menjadi 334 peserta dari 133 negara pada tahun ini. Pada edisi sebelumnya, Mohammad Adam Mohamed dari Chad meraih peringkat pertama, disusul Anas bin Majid Abdulla Al-Hazmi dari Arab Saudi, dan Sanusi Bukhari Idrees dari Nigeria.
Lebih dari sekadar perebutan hadiah, musabaqah ini menjadi ruang pertemuan generasi muda Muslim dunia dalam tradisi keilmuan yang menggabungkan ketepatan hafalan, keindahan bacaan, pemahaman makna, disiplin belajar, dan tanggung jawab moral dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an.
Artikel Terkait
Pria Nganjuk Klaim Jalan Kaki ke Makkah, Lewati 11 Negara dalam 16 Bulan