Kepala negosiator Iran, Mohammed Bagher Ghalibaf, melontarkan kritik tajam terhadap Presiden AS Donald Trump. Ia menyebut gaya diplomasi Trump penuh sandiwara, terutama setelah Trump berulang kali mengancam akan melancarkan serangan besar namun kemudian membatalkannya dengan alasan adanya kemajuan negosiasi.
Dalam unggahannya di platform media sosial X, Jumat (7/8/2026), Ghalibaf menulis, "'Serangan besar akan terjadi… tunggu, lupakan saja, mereka ingin bernegosiasi.' Itu adalah diplomasi yang penuh sandiwara dan terus berulang."
Ia menambahkan, "Menggunakan taktik intimidasi, ingkar janji, dan berita palsu sebagai alat penekan adalah strategi yang gagal. Akui fakta yang ada dan penuhi komitmen Anda. Kami tidak butuh sandiwara lagi."
Pernyataan ini merespons keputusan Trump pada awal bulan ini yang membatalkan rencana serangan besar ke Iran. Trump beralasan bahwa ada kemajuan dalam perundingan, namun klaim tersebut langsung dibantah oleh pihak Iran.
Di tengah ketegangan ini, Iran justru menggelar perundingan dengan Oman terkait pengaturan di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu titik rawan konflik.
Artikel Terkait
Harga Minyak Naik di Tengah Ancaman Sanksi AS ke Iran dan Gangguan Pasokan
Harga Minyak Mentah Melonjak Akibat Ancaman Ekonomi AS terhadap Iran
Trump Klaim Korut Punya 57 Nuklir, Korsel Bantah
Iran Kecam Sanksi Ekonomi AS, Sebut sebagai Terorisme Ekonomi dan Pengalihan Isu