Jasa Marga Perpanjang Akses Tol Purwomartani–Bokoharjo untuk Perkuat Konektivitas ke Gunungkidul

- Kamis, 06 Agustus 2026 | 17:48 WIB
Jasa Marga Perpanjang Akses Tol Purwomartani–Bokoharjo untuk Perkuat Konektivitas ke Gunungkidul

PT Jasa Marga berencana memperpanjang akses dari Exit Tol Purwomartani hingga Bokoharjo, Sleman, sepanjang sekitar 1,9 kilometer. Infrastruktur ini disiapkan untuk memperkuat konektivitas menuju Gunungkidul sekaligus mengurangi beban lalu lintas di Jalan Laksda Adisutjipto dan jalur menuju Piyungan.

Rencana tersebut disampaikan Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, setelah bertemu dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kantor Gubernur DIY, Kamis (6/8). Menurut Rivan, akses yang dibangun merupakan perpanjangan jalan penghubung dari Exit Tol Purwomartani menuju Bokoharjo, bukan pembangunan exit tol baru.

“Di Purwomartani ini ditambahkan lagi dengan adanya elevated dengan penambahan jembatan menuju Bokoharjo. Tentu ini satu upaya untuk memastikan pengaturan atas lalu lintas tidak langsung melalui Adisutjipto dan sekaligus mendukung wilayah Bantul, Gunungkidul maupun pengguna Jalan Wonosari,” kata Rivan.

Ia menjelaskan, akses jalan tersebut akan diperpanjang sekitar 1,9 hingga 2 kilometer dari Exit Tol Purwomartani menuju Bokoharjo. “Sebetulnya exit tol itu ada di Purwomartani. Tapi akses terhadap exit tol ini ditambahkan lebih dari 1,9 sampai 2 kilometer sampai di Bokoharjo,” katanya.

Jasa Marga menargetkan jalur penghubung tersebut dapat difungsikan secara fungsional pada periode Lebaran 2027.

Sementara itu, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyambut baik pembangunan akses tersebut karena dinilai membuka jalur baru menuju Gunungkidul. Namun, ia mengingatkan manfaatnya belum akan optimal apabila pembangunan sisa jalan penghubung belum diselesaikan.

“Kita sudah diuntungkan yang tadinya tidak ada akses untuk ke Gunungkidul di dalam tol, tapi sekarang ada. Tapi untuk nyambung masih perlu sekarang dibangun 1,9 kilometer, berarti tahun depan sisanya 1,1 kilometer harus dibangun,” kata Sultan.

Menurut Sultan, penyelesaian sisa jalan penghubung tersebut diperlukan agar arus kendaraan menuju Gunungkidul tidak lagi bergantung pada jalur Piyungan sekaligus mendukung akses menuju kawasan pariwisata di wilayah tersebut.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags