Pembunuhan Mutilasi di Depok Terungkap, Pelaku Ternyata Sudah Rencanakan Aksi

- Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:48 WIB
Pembunuhan Mutilasi di Depok Terungkap, Pelaku Ternyata Sudah Rencanakan Aksi

Polda Metro Jaya mengungkap bahwa pembunuhan berencana yang disertai mutilasi terhadap Kunaefi (51) di Depok telah direncanakan oleh pelaku, Saepullah alias SA (26). Polisi menduga Saepullah telah berniat membunuh korban untuk menguasai sepeda motor dan barang-barang miliknya.

Kanit 1 Subdit Resmob Polda Metro Jaya Kompol Dimitri Mahendra Kartika mengatakan, hasil penyidikan menemukan adanya unsur perencanaan dalam kasus tersebut. Hal ini menjadi dasar penyidik menjerat Saepullah dengan pasal pembunuhan berencana.

"Dan untuk terjadi perencanaannya bahwa karena pelaku ingin melakukan pencurian motor dan barang-barang milik korban, untuk menguasai barang milik korban, dan adanya niat untuk membunuh korban," kata Dimitri kepada wartawan, Kamis (6/8).

Atas perbuatannya, Saepullah telah ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan Pasal tentang pembunuhan berencana dan pembunuhan, dan dijerat hukuman mati. "Sudah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana dan atau pembunuhan Pasal 459 dan atau 458 KUHPidana. Tersangka atas nama Saepullah," ujar Dimitri.

Sebelumnya, polisi mengungkap bahwa Saepullah dan Kunaefi berkenalan melalui media sosial sebelum sepakat bertemu di sebuah kontrakan di wilayah Cipayung, Depok, pada Kamis (23/7). Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pertemuan tersebut berakhir dengan pembunuhan.

"Pertemuan tersebut berujung cekcok hingga pelaku menusuk bagian perut dan menggorok leher korban menggunakan pisau," kata Budi, Rabu (5/8).

Setelah korban tewas, Saepullah memutilasi jasad Kunaefi untuk menghilangkan jejak. Tubuh korban dibungkus plastik hitam dan karung lalu dibuang di kawasan Tanah Merah, Pancoran Mas. Sementara potongan kedua kaki korban dibuang ke aliran sungai di wilayah Pitara.

Tak hanya itu, pelaku juga membawa kabur sepeda motor milik korban dan menjualnya di wilayah Panimbang, Banten. Polisi kemudian menangkap Saepullah saat berupaya melarikan diri ke Pandeglang pada Rabu (5/8) dini hari.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags