Kemenangan Abdul El-Sayed, dokter Muslim keturunan Mesir, dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat di Michigan langsung memicu reaksi keras dari Presiden AS Donald Trump. Trump menyebut terpilihnya El-Sayed sebagai tanda menguatnya kandidat progresif yang menjadi ancaman menjelang pemilu sela November.
Dalam pidato di Las Vegas, Rabu (5/8), Trump mengatakan bahwa kemenangan kandidat progresif Demokrat menunjukkan pergeseran yang berbahaya bagi politik AS. "Saya pikir ini adalah ancaman terbesar," kata Trump. Ia juga secara khusus menyerang El-Sayed, dengan menyatakan, "Dia tidak mencintai Israel. Dia tidak mencintai orang Yahudi. Dia membenci mereka. Dia membenci mereka dengan semangat yang membara di hatinya."
Anak Imigran Mesir
El-Sayed lahir di Detroit, Rochester Hills, Michigan, pada 31 Oktober 1984, dari ayah asal Mesir dan ibu warga AS. Ia beberapa kali menceritakan bahwa kehidupannya merupakan hasil dari kesempatan yang diberikan Amerika kepada keluarganya. "Kalau bukan karena kebetulan sejarah yang membuat ayah saya pindah ke Detroit untuk kuliah di Wayne State University, saya mungkin akan menjadi sopir taksi di Mesir seperti sepupu-sepupu saya," ujarnya. "Saya bisa bersekolah di sekolah negeri yang luar biasa, kuliah di universitas negeri yang hebat, bahkan pendidikan kedokteran saya dibiayai. Itulah yang diberikan Amerika kepada saya," tambahnya.
Pria berusia 41 tahun itu merupakan lulusan University of Michigan, Columbia University, dan penerima Rhodes Scholarship di University of Oxford. Sebelum terjun ke politik, ia menjabat Direktur Layanan Kesehatan Masyarakat Wayne County, wilayah yang mencakup Kota Detroit.
Didukung Bernie Sanders
El-Sayed mendapat dukungan dari Senator independen Bernie Sanders dan kelompok progresif Demokrat. Dalam kampanyenya, ia mengusung layanan kesehatan universal (Medicare for All), mengakhiri bantuan tanpa syarat AS kepada Israel, serta membubarkan badan imigrasi federal Immigration and Customs Enforcement (ICE).
Balas Tudingan Trump
Menanggapi tudingan Trump yang menyebut dirinya membenci orang Yahudi, El-Sayed menegaskan bahwa kritik terhadap kebijakan Israel tidak boleh disamakan dengan antisemitisme. "Saya mengecam antisemitisme. Mengkritik serangan Israel di Gaza dan pendudukan wilayah Palestina tidak boleh disamakan dengan antisemitisme," ujarnya.
Hadapi Kandidat Pilihan Trump
Pada pemilu sela November mendatang, El-Sayed akan menghadapi kandidat Partai Republik Mike Rogers, yang didukung Trump. Michigan menjadi salah satu negara bagian penentu (swing state) setelah dimenangkan Trump pada Pemilu AS 2024. Partai Republik menyerang El-Sayed dengan menyebutnya sebagai kandidat sayap kiri ekstrem, sekaligus menyoroti identitasnya sebagai warga keturunan Arab dan Muslim. Trump bahkan menyebut kemenangan El-Sayed sebagai "kabar baik bagi Partai Republik", sementara Senator Katie Britt menudingnya sebagai "simpatisan jihadis".
El-Sayed membalas sindiran lawannya di pemilu Senat, Mike Rogers, yang berulang kali menggunakan nama lengkapnya, Abdulrahman Mohamed El-Sayed, dalam kampanye. "Mike, kalau kamu tidak bisa mengucapkan nama saya, jangan sebut-sebut nama saya. Saya akan dengan senang hati mengajarimu," kata El-Sayed, menyindir Rogers.
Artikel Terkait
Rencana Damai Gaza ala Trump: Terobosan atau Kebuntuan Baru?
AS, Iran, dan Oman Mendekati Kesepakatan Buka Selat Hormuz
Harga Minyak Beragam di Tengah Harapan Meredanya Ketegangan AS-Iran
El-Sayed: Islamofobia Adalah Taktik Lawan yang Tak Punya Program