Pemerintah Kabupaten Luwu Utara bersama Yayasan Andi Manenne Cendekia terus mempercepat realisasi pendirian Politeknik Teknologi dan Inovasi (Poltekis), kampus pertama di daerah tersebut. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah benchmarking ke Universitas Harkat Negeri (UNH) di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada Rabu (5/8/2026). Kunjungan ini sekaligus menjadi ajang memperkuat jejaring kelembagaan untuk mematangkan persiapan perguruan tinggi baru tersebut.
Langkah ini diambil di tengah kebutuhan mendesak akan akses pendidikan tinggi yang lebih dekat bagi generasi muda Luwu Utara. Selama ini, banyak pelajar yang harus merantau ke luar daerah untuk melanjutkan kuliah. Dengan hadirnya Poltekis, diharapkan jarak dan biaya bukan lagi penghalang untuk meraih pendidikan tinggi.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan mempelajari berbagai aspek penting penyelenggaraan perguruan tinggi, mulai dari tata kelola kampus, pengembangan kelembagaan, hingga hal-hal teknis yang diperlukan sebelum kampus mulai beroperasi. Pendiri Yayasan Andi Manenne Cendekia yang juga Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, menegaskan bahwa kampus yang disiapkan tidak hanya sekadar tempat kuliah baru, tetapi juga harus mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah.
“Kampus yang dibangun harus memiliki program pendidikan yang relevan dengan potensi daerah dan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya. Penekanan pada pendidikan vokasi ini menjadi arah utama pengembangan Poltekis, agar lulusannya nanti benar-benar siap terjun dan berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Percepatan pendirian kampus ini juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara pihak yayasan dan Rektor Universitas Harkat Negeri, Sudirman Said. Kerja sama ini diposisikan sebagai jalur untuk memperkuat dukungan kelembagaan sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam proses pendirian Poltekis di Luwu Utara.
Sebelumnya, dukungan pemerintah daerah terhadap rencana ini sudah ditegaskan dalam rapat koordinasi persiapan pendirian Politeknik Teknologi dan Inovasi di Command Center Kantor Bupati Luwu Utara pada 15 Juli 2026. Dalam rapat itu, Pemkab Luwu Utara menyatakan siap mengawal proses pendirian kampus melalui dukungan administrasi, fasilitasi, dan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah agar seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan.
Bagi Luwu Utara, kehadiran Poltekis dipandang bukan sekadar tambahan institusi pendidikan. Kampus ini diproyeksikan menjadi pintu bagi lebih banyak anak muda daerah untuk mengakses pendidikan tinggi tanpa harus menanggung beban pindah ke kota besar. Lebih dari itu, Poltekis diharapkan mampu menyiapkan sumber daya manusia yang lebih dekat dengan kebutuhan pembangunan setempat, sehingga hasilnya pun bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.
Artikel Terkait
Operator Ekskavator di Luwu Utara Aniaya WNA China hingga Tewas, Dipicu Cekcok di Proyek