Menimbang Jokowi vs Prabowo: Kebijakan, Politik, dan Buzzer

- Rabu, 05 Agustus 2026 | 17:40 WIB
Menimbang Jokowi vs Prabowo: Kebijakan, Politik, dan Buzzer

Pertanyaan tentang siapa yang lebih baik antara Jokowi dan Prabowo seringkali menuai jawaban yang relatif. Tergantung dari sudut pandang mana kita menilai. Yang jelas, yang dibandingkan di sini bukanlah pribadi keduanya, melainkan kebijakan dan pemerintahan yang mereka jalankan.

Dalam isu radikalisme agama, hingga saat ini Prabowo masih lebih lunak dibandingkan Jokowi. Pada era Jokowi, isu ini sangat mengemuka, bahkan dua ormas Islam menjadi korban kebijakan. Sementara itu, dari sisi ekonomi, keduanya sama-sama tidak bernilai positif, namun era Prabowo dinilai jauh lebih buruk.

Perimbangan Politik dan Kritik

Dari sisi politik, pada periode pertama Jokowi masih ada perimbangan karena Gerindra dan partai lain berada di luar pemerintahan. Namun, di periode kedua, upaya merangkul semua partai ke dalam koalisi mulai menutup ruang kritik dari parlemen. Di akhir masa jabatannya, situasi diperparah dengan upaya memaksakan anaknya sebagai calon wakil presiden secara legal.

Prabowo, sejak awal pemerintahannya, langsung merangkul semua partai politik dan pendukung fanatiknya, sehingga pemerintahannya menjadi sangat gemuk. Akibatnya, kritik yang berimbang dari partai politik maupun parlemen sulit diharapkan. Selain itu, sikapnya yang cenderung temperamen terlihat dari berbagai pidatonya.

Kedua pemimpin ini juga sama-sama gencar menggunakan buzzer di media sosial untuk melawan aktivis dan netizen yang mengkritik kebijakan pemerintah.

Jadi, mana yang lebih baik? Jawabannya kembali lagi pada prioritas dan nilai yang dianut masing-masing individu.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags