KAI Commuter tengah menyelidiki penyebab retaknya kaca pintu pada rangkaian Commuter Line No. 5153B relasi Bekasi–Kampung Bandan via Manggarai, Selasa (4/8). Insiden itu menyebabkan perjalanan kereta mengalami penyesuaian waktu sekitar delapan menit.
Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan mengatakan, kejadian diketahui saat rangkaian berada di Stasiun Bekasi sekitar pukul 17.38 WIB. “Masinis yang sedang melakukan persiapan perpindahan kabin mendapati salah satu kaca pintu pada kereta kedelapan dalam kondisi retak,” kata Leza dalam keterangannya, Selasa (4/8).
Setelah temuan tersebut, petugas segera berkoordinasi dengan unit terkait dan melakukan pemeriksaan guna memastikan keamanan rangkaian sebelum perjalanan kembali dilanjutkan. Sebagai tindak lanjut, petugas pengamanan melakukan penyisiran di sekitar jalur kereta, sementara petugas operasional memastikan kondisi rangkaian tetap aman untuk beroperasi.
Commuter Line 5153B kemudian diberangkatkan kembali dari Stasiun Bekasi pada pukul 17.42 WIB. Rangkaian tersebut selanjutnya dijadwalkan menjalani perbaikan di Stasiun Manggarai. Hasil pemeriksaan awal mengindikasikan retaknya kaca pintu diduga disebabkan benturan benda dari luar rangkaian, namun KAI Commuter masih melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan penyebab pastinya.
“Keselamatan dan keamanan perjalanan pengguna selalu menjadi prioritas utama KAI Commuter. Setiap laporan mengenai kondisi sarana akan segera ditindaklanjuti sesuai prosedur untuk memastikan perjalanan tetap aman dan andal,” ujar Leza.
KAI Commuter juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat membahayakan perjalanan kereta, termasuk melempar benda ke arah rangkaian. Menurut Leza, tindakan tersebut berpotensi membahayakan keselamatan pengguna, petugas, maupun operasional perjalanan kereta api. “Jika memang dari hasil pemeriksaan lanjutan atau bukti CCTV dipastikan terjadi pelemparan batu, kami akan bertindak tegas termasuk penegasan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran hukum dan membahayakan keselamatan perjalanan kereta serta pengguna,” tutup Leza.
Sebelumnya, beredar unggahan di media sosial yang memperlihatkan kaca pintu KRL dalam kondisi retak. Dalam unggahan tersebut, keretakan kaca dinarasikan terjadi akibat lemparan benda dari luar rangkaian. Hingga kini, KAI Commuter masih menyelidiki kebenaran dugaan tersebut.
Artikel Terkait
Kaca Pintu KRL Retak Diduga Kena Lemparan Batu, KAI Usut
Pemprov DKI Terapkan Controlled Landfill di TPST Bantargebang
Video Dugaan Pungli Rp 1,7 Juta oleh Petugas Dishub Bekasi Viral, Gubernur Jabar Bereaksi
Dedi Mulyadi Desak Petugas Dishub Bekasi Dipecat Usai Viral Pungli Rp1,7 Juta