Jenazah Mahasiswa NTT Tertinggal di Bandara El Tari Kupang, Maskapai Sebut Miskomunikasi

- Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:00 WIB
Jenazah Mahasiswa NTT Tertinggal di Bandara El Tari Kupang, Maskapai Sebut Miskomunikasi

Viral di media sosial kabar jenazah seorang mahasiswa asal Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), tertinggal di Bandara El Tari Kupang saat proses transit menuju Bandara Gewayantana, Larantuka, Flores Timur. Peristiwa itu terjadi pada Senin (3/8/2026) dan memicu protes keluarga karena proses pemulangan jenazah tidak berjalan mulus.

Jenazah Blasius Avelino Kebingin (25) diketahui tertinggal setelah dua pengantar jenazah, adik kandung Sandro Kebingin dan sepupunya Jansen Kebingin, tiba di Larantuka tanpa membawa jenazah. Padahal, mereka telah melapor kepada petugas di Bandara El Tari bahwa ada jenazah yang akan melanjutkan penerbangan ke Larantuka menggunakan Wings Air.

Menurut Jansen, petugas darat menjanjikan bahwa proses pemindahan jenazah ke pesawat lanjutan akan ditangani maskapai. "Kami sudah melapor kalau membawa jenazah. Petugas bilang nanti jenazah mereka yang urus untuk dipindahkan ke pesawat tujuan Larantuka, jadi kami diminta langsung ke ruang tunggu," ujarnya.

Ia juga mengaku sempat beberapa kali memastikan proses pengiriman jenazah saat transit di Surabaya dan Kupang. Namun, jawaban petugas selalu sama: proses pemindahan kargo dilakukan otomatis. "Tiap bandara yang kami transit kami mau ke cargo untuk cek, mereka bilang tidak bisa karena itu sudah otomatis tinggal dipindahkan. Waktu transit di Surabaya saya tanya, di Kupang saya tanya lagi, jawabannya sama, jadi saya tidak usah ke cargo," katanya.

Blasius, mahasiswa asal Desa Watokobu, Kecamatan Nubatukan, Lembata, meninggal dunia pada Sabtu (1/8/2026) di rumah kosnya di Jakarta akibat sakit. Jenazahnya dibawa ke RSUD Pasar Rebo sebelum dipulangkan ke kampung halaman menggunakan pesawat Lion Air dengan transit di Kupang.

Keluarga yang telah berkumpul di Larantuka untuk menyambut kedatangan jenazah harus menunggu tanpa kepastian. Bahkan, sejumlah anggota keluarga dari Lewoleba telah menyeberang menggunakan kapal cepat menuju Larantuka sejak siang. Jansen mengaku sangat terpukul dengan kejadian ini. "Kami benar-benar kaget. Kami langsung mau ambil jenazah, ternyata tidak ada. Terus terang sakit sekali, karena saya benar-benar menjaga adik saya sejak dari Jakarta. Kenapa bisa begini, sementara mereka juga mengakui ada kesalahan," tuturnya.

Respons Lion Group

Manajemen Lion Group akhirnya angkat bicara. Distrik Manager Wings Air (Lion Group) Kupang, Rinus Zebua, menegaskan bahwa proses pengiriman jenazah tetap berjalan sesuai dokumen dan jadwal penerbangan yang telah ditetapkan. "Setelah kami melakukan pengecekan dokumen penerbangan, jenazah dijadwalkan menggunakan Lion Air JT690 rute Jakarta–Kupang via Surabaya pada 3 Agustus 2026, kemudian dilanjutkan dengan Wings Air IW1929 rute Kupang–Larantuka pada 4 Agustus 2026," jelasnya.

Rinus memastikan jenazah diterbangkan dari Kupang ke Larantuka pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 13.15 WITA. Menurutnya, informasi yang beredar bahwa jenazah gagal diberangkatkan tidak sepenuhnya benar. Berdasarkan dokumen, jenazah memang dijadwalkan transit dan menginap di Kupang sebelum melanjutkan penerbangan keesokan harinya. "Jenazah memang terjadwal menginap di Kupang tadi malam dan dilanjutkan penerbangannya ke Larantuka hari ini," jelasnya.

Rinus menduga polemik ini terjadi akibat miskomunikasi antara keluarga pendamping jenazah dengan agen kargo yang menangani proses pengiriman dari Jakarta. "Sepertinya ada miskomunikasi antara keluarga pendamping jenazah dengan agen kargo yang mengurus pemberangkatan jenazah di Jakarta," katanya. Pihak Lion Group telah meminta agen kargo terkait untuk segera memberikan penjelasan kepada keluarga almarhum. "Kami juga telah meminta agen kargo yang bersangkutan agar dapat berkomunikasi dengan pihak keluarga pemilik jenazah," tandasnya.

Maskapai memastikan kondisi jenazah tetap terjaga dengan baik selama proses transit hingga akhirnya diterbangkan ke Larantuka sesuai jadwal pada Selasa siang. "Sudah diterbangkan tadi ke Larantuka dan sudah dijemput keluarga," tutupnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags