Pemerintah Thailand menawarkan 36 unit kendaraan lapis baja beroda amfibi (Amphibious Wheeled Armoured Vehicle/AWAV) untuk Korps Marinir Indonesia. Tawaran tersebut disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Senin (3/8).
"Saya mengusulkan agar kita memperluas kerja sama di bidang industri pertahanan dan Thailand siap memasok 36 kendaraan lapis baja amfibi atau AWAV untuk Korps Marinir Indonesia," ujar PM Anutin. Ia menambahkan bahwa kendaraan tersebut saat ini telah digunakan oleh Korps Marinir Kerajaan Thailand dan menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan Indonesia untuk memperkenalkan produk pertahanan Thailand.
"Model ini saat ini aktif dalam dinas di Korps Marinir Kerajaan Thailand dan saya sangat berterima kasih karena Anda memberi kami kesempatan ini agar produk kami digunakan di negara Anda," katanya.
Meski PM Anutin tidak menyebut tipe secara spesifik, AWAV yang dimaksud kemungkinan besar merujuk pada Chaiseri First Win AWAV 8×8, kendaraan lapis baja amfibi beroda yang dikembangkan oleh Chaiseri Metal & Rubber Co., Ltd., perusahaan pertahanan asal Thailand. Kendaraan ini telah menjadi tulang punggung Korps Marinir Kerajaan Thailand dan dipasarkan untuk ekspor.
Spesifikasi dan Kemampuan
AWAV 8×8 memiliki konfigurasi delapan roda penggerak yang memungkinkannya membawa muatan besar sekaligus melintasi berbagai medan, termasuk operasi amfibi. Dengan panjang sekitar 9,2 meter, lebar 3,1 meter, dan tinggi 3 meter, kendaraan ini memiliki jarak sumbu roda 5.200 mm dan ground clearance 380 mm. Bobot kosongnya mencapai 23,2 ton dengan muatan maksimum 25,7 ton, mampu mengangkut 2.500 kg kargo.
Ditenagai mesin diesel 711 HP, kendaraan ini melesat hingga 110 km/jam di darat dan 13 km/jam di air. Jarak tempuh operasionalnya mencapai 800 km dengan kapasitas tangki bahan bakar 420 liter. Sistem suspensi independen double wishbone dengan hidropneumatik memungkinkan pengaturan ketinggian kendaraan, sementara kemampuan menanjak 60% dan melintasi kemiringan samping 30% menjadikannya lincah di medan berat.
Perlindungan balistiknya sesuai standar STANAG 4569 Level 2, dengan perlindungan ranjau Level 3b. Kendaraan ini mampu mengangkut 14 orang (3 awak dan 11 personel) dan dilengkapi sistem run-flat sesuai standar FINABEL 20.A.5.
Kandungan Lokal 40 Persen
Menurut media Thailand, The Nation, Angkatan Laut (AL) Thailand telah memiliki 7 unit ranpur ini. Pesanan pertama dibuat pada Agustus 2023 senilai 448 juta Baht dan diserahterimakan oleh Chaiseri kepada Korps Marinir Thailand pada September 2024. AL Thailand kemudian memesan 7 unit lagi senilai 504 juta Baht (sekitar USD 15,5 juta), sehingga total armada AWAV yang direncanakan menjadi 14 unit.
AL Thailand menjelaskan bahwa AWAV 8×8 dirancang oleh insinyur Thailand dan diproduksi menggunakan tenaga kerja, peralatan, serta mesin buatan dalam negeri. Dengan kandungan lokal minimal 40%, kendaraan ini dinilai mampu menyokong rantai pasok industri pertahanan domestik dan mengurangi ketergantungan pada impor alutsista.
Ekspor ke Filipina
Pada Juni 2026, Filipina menjadi negara pertama yang memesan kendaraan ini melalui kontrak awal lima unit untuk Korps Marinir Filipina, dengan nilai sekitar Rp 115 miliar. Seluruh kendaraan dijadwalkan dikirim pada 2027.
Artikel Terkait
Indonesia dan Thailand Targetkan Perdagangan USD20 Miliar pada 2030
Prabowo Terima Tanda Kehormatan dari Militer Thailand, Disebut Ikon yang Dikagumi Para Jenderal Muda
PM Thailand: Prabowo Ikon Militer yang Dihormati Para Jenderal
Prabowo Dorong Kemitraan Strategis Indonesia-Thailand untuk Perkuat ASEAN