Kebakaran yang melanda KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Pulau Sapudi, Sumenep, Jawa Timur, pada Minggu, 2 Agustus 2026, meninggalkan duka mendalam bagi komunitas pecinta Vespa asal Makassar. Sebanyak 22 unit Vespa milik komunitas Tipis-tipis FC hangus terbakar dalam insiden tersebut.
Puluhan Vespa itu sebelumnya digunakan dalam Jogja Scooter Parade di Yogyakarta. Setelah acara usai, kendaraan-kendaraan tersebut dikirim ke Makassar melalui jalur laut menggunakan truk pengangkut yang berada di atas kapal, sementara para pemiliknya memilih terbang pulang agar bisa bekerja pada Senin. Keputusan itu menyelamatkan nyawa mereka, tetapi tidak dapat menyelamatkan kendaraan kesayangan yang ikut menjadi korban keganasan api.
Bagi para scooterist, kerugian yang dialami tidak hanya dihitung dari harga jual kendaraan. Setiap unit biasanya telah menghabiskan biaya restorasi, modifikasi, hingga pengadaan suku cadang langka yang nilainya tidak sedikit. Bahkan, beberapa Vespa klasik memiliki harga jual jauh di atas sepeda motor biasa karena faktor orisinalitas dan kelangkaannya.
Salah satu Vespa yang ikut hangus adalah Vespa Excel 1997 milik seorang camat di Makassar. Jika mengacu pada harga pasar, Vespa klasik seperti PX, Excel, Sprint, Super, hingga seri lawas lainnya dapat diperdagangkan mulai puluhan juta hingga lebih dari Rp100 juta per unit, tergantung kondisi dan tingkat orisinalitasnya. Dengan 22 unit yang terbakar, total kerugian komunitas diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, bahkan berpotensi menembus miliaran rupiah apabila terdapat unit koleksi dengan nilai restorasi tinggi.
Bukan Sekadar Kendaraan
Bagi anggota Tipis-tipis FC, Vespa bukan sekadar alat transportasi. Banyak kendaraan telah dipersiapkan untuk perjalanan jarak jauh, kegiatan komunitas, hingga ajang nasional seperti Jogja Scooter Parade. Sebagian besar juga telah direstorasi selama bertahun-tahun dengan biaya dan usaha yang tidak sedikit.
Musibah tersebut memicu simpati dari komunitas scooterist di berbagai daerah. Ucapan dukungan dan doa mengalir melalui media sosial kepada para pemilik kendaraan yang kehilangan motor kesayangan mereka. Salah satu komunitas, Ravespa, menyampaikan belasungkawa melalui unggahan media sosial. "Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga saudara-saudaraku diberi kesabaran. Allah berjanji bahwa bersama setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Semoga Allah segera menggantikan dengan yang lebih baik," tulis akun tersebut.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 menjadi perhatian publik setelah video kobaran api dan proses evakuasi penumpang beredar luas di media sosial. Di tengah operasi penyelamatan tersebut, kabar hangusnya 22 Vespa milik komunitas asal Makassar menjadi salah satu dampak yang paling menyita perhatian. Seluruh pemilik kendaraan dipastikan selamat karena tidak ikut berlayar.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat berwenang. Otoritas juga belum mengumumkan total kerugian material akibat insiden tersebut, termasuk nilai kerugian atas puluhan Vespa yang musnah di dalam kapal. Bagi anggota Tipis-tipis FC, kehilangan itu bukan sekadar soal kendaraan. Di balik setiap Vespa yang terbakar tersimpan investasi, kenangan perjalanan, dan hasil restorasi bertahun-tahun yang sulit digantikan hanya dengan nilai uang.
Artikel Terkait
62 Penumpang Selamat KM Mutiara Sentosa 2 Masih Menunggu Evakuasi di Pulau Masalembu
Basarnas: Tidak Ada Sekoci di KM Mutiara Sentosa 2 yang Terbakar
Cuaca Buruk Hambat Evakuasi Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2
DVI Polda Jatim Identifikasi Lima Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2