Penyebab Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 Masih Diselidiki, Video Dugaan Korsleting Truk Plastik Beredar

- Minggu, 02 Agustus 2026 | 19:00 WIB
Penyebab Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 Masih Diselidiki, Video Dugaan Korsleting Truk Plastik Beredar

Hingga kini, penyebab kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan Sumenep, Madura, pada Minggu (2/8/2026) masih diselidiki oleh pihak berwenang. Di tengah proses penyelidikan, beredar sebuah video yang memperlihatkan seorang pria yang diduga merupakan salah satu korban kebakaran kapal tersebut.

Dalam rekaman itu, pria tersebut menyampaikan dugaan awal penyebab kebakaran. Ia menyebut terdapat sebuah truk yang mengangkut bahan plastik mengalami korsleting. "Iya (korsleting) truk pas ini bawa bahan apa, plastik gitu," ujar pria tersebut. "Iya (plastik api menyambar)," lanjutnya.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang yang memastikan penyebab kebakaran tersebut. Dugaan yang disampaikan dalam video masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

KMP Mutiara Sentosa 2 Angkut 250 Orang

KMP Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Minggu (2/8). Kapal tersebut melayani rute Surabaya-Makassar dengan membawa sekitar 250 orang.

Selain mengangkut penumpang, kapal juga membawa berbagai kendaraan, termasuk truk, mobil, sepeda motor, hingga alat berat yang turut terdampak kebakaran. "Kapal terbakar 1 unit, motor 15 unit, mobil 25 unit, truk 140 unit, alat berat 1 unit," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satriyo Nurseno, Minggu (2/8).

Empat Penumpang Meninggal Dunia

Hingga Minggu (2/8/2026) sore, Basarnas mengonfirmasi empat penumpang meninggal dunia akibat peristiwa tersebut. Berdasarkan pembaruan data Kantor SAR Surabaya hingga pukul 15.15 WIB, sebanyak 222 orang telah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan bersama kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Dari total korban yang dievakuasi, 218 orang dinyatakan selamat, sedangkan 4 orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags