Kebakaran Tumpukan Sampah di Kramat Jati Ganggu Warga, Diduga TPS Ilegal

- Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:30 WIB
Kebakaran Tumpukan Sampah di Kramat Jati Ganggu Warga, Diduga TPS Ilegal

Kebakaran tumpukan sampah di Jalan Penggilingan Baru, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, tidak hanya menghanguskan area pembuangan sampah, tetapi juga mengganggu aktivitas warga sekitar. Asap pekat dari kebakaran bahkan masuk ke permukiman hingga membuat sejumlah warga kesulitan bernapas.

Seorang warga yang rumahnya berada tepat di belakang lokasi kebakaran, Indah, mengaku pertama kali mengetahui adanya kebakaran dari suaminya. "Awal mula taunya dari suami saya, dia mau ke kebelakang. Dengar ada hal yang mencurigakan. Pas dilihat ternyata ada api yang sudah besar. Di situ kelihatan ada orang dewasa juga. Enggak pasti lagi ngapain. Mungkin lagi berusaha padamin apinya. Saya ambil video guna bukti untuk lapor dengan RT. Setelah itu baru hubungi pemadam. Banyak yang simpang siur penyebab kebakarannya. Ada yang bilang ini ulah anak kecil yang main bakar sampah. Tapi ada juga yang bilang ulah si perokok dan buang sembarangan puntungnya," kata Indah kepada kumparan, Minggu (2/8).

Indah mengatakan asap kebakaran juga masuk ke dalam rumahnya. Kondisi itu membuat ia khawatir karena memiliki bayi yang tinggal bersamanya. "Cukup mengganggu yah, saya sebagai orang dewasa aja. Udah mulai nggak enak di hidung. Kalau anak saya saat ini masih terlihat sehat. Alhamdulillah tidak ada riwayat sakit paru-paru. Semoga aja tidak terjadi apa-apa di kemudian hari. Karena ini kan asap tidak terlihat jelas kalau di dalam ruangan. Tapi terasa saat bernapas. Enggak bersih gitu ya," ujarnya.

Menurut Indah, kebakaran sebesar itu baru pertama kali terjadi. Namun sebelumnya, ia mengaku sudah beberapa kali melihat orang membakar sampah di lokasi tersebut. "Orang yang buang puing sampah dan lain-lain ke sini. pernah membakar sampah juga. Asapnya pun cukup mengganggu dan masuk ke dalam rumah. Tetapi saat itu ketahuan langsung oleh tetangga, beliau seorang PPSU kebetulan. Melihat hal tersebut langsung menegur dan syukur alhamdulillah tidak ada penolakan oleh pelaku pembakaran. Langsung dipadamkan," ucapnya.

Hal serupa disampaikan Wasti, pedagang warung yang berada tak jauh dari lokasi. Ia mengatakan asap tebal menyelimuti kawasan sekitar saat kebakaran terjadi. "Pertamanya aku kan lagi di situ (depan warung). Tebal asapnya ke sini. Ada pas pertamanya itu yang kebakaran aku di sini," ujar Wasti. Menurut dia, arah angin membuat asap paling banyak mengarah ke area permukiman dan deretan warung. "Iya, kemarin ke sini, (asapnya) berhamburan kemarin sini, ke sana ke sini. Tapi paling kena yang di sini, karena angin ke sini ya. Yang paling kena yang di sana, karena kan yang warung dekat itu, dekat musala itu, sampai nggak bisa buka warungnya, batuk-batuk katanya," katanya.

Wasti menyebut lokasi tersebut memang sudah lama menjadi tempat pembuangan berbagai jenis sampah, mulai dari kasur hingga material bangunan yang mudah terbakar. "Iya, emang tempat sampah di situ, buangan sampah dari mana-mana ke situ semua," ucapnya. "Kayak spons (gabus) apa itu? Spons? Kan kalau di kulkas ada sponsnya itu yang tebal-tebal itu. Oh, ini kan sponsnya ini, yang kayak ini nih, kan spons yang putih, gabus ya?," ujarnya.

Diduga Tempat Pembuangan Sampah Ilegal

Indah juga menduga lokasi tersebut merupakan tempat pembuangan sampah ilegal. "Selama saya tinggal di sini. Awalnya itu seperti rawa, banyak pohon dan ilalang. Entah kenapa sekarang dijadikan tempat buang puing," tuturnya. Ia menyampaikan aktivitas pembuangan sampah biasanya dilakukan malam hari menggunakan mobil pikap. "Saya rasa ini TPS ilegal yah. Karena jika ini resmi, seharusnya kegiatan buang sampahnya itu dilakukan secara terjadwal dan dengan dinas terkait. Tapi yang buang sampah di sini. Dikirim pakai pikap dan biasanya dilakukan pada malam hari," ujarnya.

Indah berharap penggunaan lahan tersebut diusut agar kejadian serupa tidak kembali terulang. "Harapannya. Perkara guna lahan yang tidak semestinya ini diusut tuntas. Dan pelakunya juga ditangkap biar bisa tahu siapa sih dalang dibalik ini semua. Siapa yang kasih izin mereka? karena di sini rawan banjir. Jika terjadi hujan dengan intensitas yang lebat. Tidak terjadi banjir yang cukup parah. Dan Pastinya kebakaran yang seperti ini juga tidak terjadi lagi," katanya.

Kebakaran tumpukan sampah di Jalan Penggilingan Baru, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, masih dalam tahap pendinginan hingga Minggu (2/8). Berdasarkan pantauan kumparan sekitar pukul 10.15 WIB, dua unit mobil pemadam kebakaran masih bersiaga di lokasi untuk mengurai material yang masih berpotensi memicu bara api agar kebakaran tidak kembali menyala.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags