Lomba Tarik Bus hingga Titian Pinang, Warga Rayakan HUT RI dengan Kreativitas

- Senin, 17 Agustus 2026 | 06:36 WIB
Lomba Tarik Bus hingga Titian Pinang, Warga Rayakan HUT RI dengan Kreativitas

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwarnai beragam lomba rakyat yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menguji kekompakan dan strategi. Dari lomba titian pinang yang licin di Jakarta Timur hingga tarik bus di Jakarta Barat dan Tulungagung, semangat kemerdekaan terasa kental di berbagai daerah.

Di RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, lomba titian pinang menjadi bagian dari rangkaian acara "Semarak Kalimalang" yang digelar Minggu (16/8). Ilham (40), salah satu peserta, harus merasakan jatuh dua kali sebelum akhirnya berhasil menaklukkan titian yang dilumuri oli. "Saya dua kali gagal, percobaan ketiga alhamdulillah dapat. Tapi dengan saya jatuh ke air, jatuh dada duluan sampai nyesek tuh merah tuh. Ya itu perjuangannya sangat berat benar-benar," ujarnya seusai lomba.

Kegagalan kedua, menurut Ilham, terjadi karena timnya salah strategi. Mereka terlalu fokus untuk mencapai puncak secara bersamaan sehingga justru saling mendorong dan kehilangan keseimbangan. "Iya, jadi kita berlomba-lomba untuk naik paling atas sendiri jadi kita terdorong nafsu lah jadi gitu. Jadi kita sampai bawah kita atur strategi karena olinya sudah berkurang, barulah kita cuma dua aja naik udah cukup dah," jelas dia.

Setelah mengevaluasi, Ilham menerapkan pola yang ia sebut seperti formasi sepak bola 4-4-2. Hanya dua orang yang naik, sementara dua lainnya membantu dari bawah. Strategi itu membuahkan hasil: timnya meraih juara ketiga dengan hadiah berupa kipas dan barang lainnya. "Kita demi memeriahkan HUT RI dan satu juga untuk membanggakan dari RT kita masing-masing kan ditunjuk, karena dari setiap RT itu kita bisa membawa nama RT kita berapa, untuk mewakili dari warga-warganya," tuturnya.

Ketua RT 006/04, Banu (51), mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan. "Ini acara rutin tahunan, ini pesta rakyat di setiap bulan Agustus memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Ini ajang rutin di setiap bulan Agustus merupakan pesta rakyat lah di Jakarta Timur," katanya.

Lomba Tarik Bus di Jakarta Barat

Sementara itu, Terminal Bus Kalideres, Jakarta Barat, menggelar lomba tarik bus yang melibatkan petugas terminal, insan transportasi, dan masyarakat. Mereka bekerja sama menarik bus dalam perlombaan yang mengandalkan kekuatan sekaligus kekompakan. Kepala Terminal Bus Kalideres, Nur Prasetyo, menegaskan bahwa lomba ini bukan sekadar adu kuat. "Lomba ini bukan sekadar adu kekuatan, tetapi menjadi simbol kebersamaan, kekompakan, dan semangat gotong royong. Bus yang berat akan terasa lebih ringan ketika ditarik bersama-sama," ujarnya, Minggu (16/8).

Menurut Nur, semangat ini relevan dengan pelayanan transportasi yang membutuhkan sinergi dari berbagai unsur. "Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan suasana kemerdekaan yang meriah sekaligus mempererat silaturahmi," jelasnya.

Adu Kuat Tarik Bus di Tulungagung

Di Tulungagung, Jawa Timur, delapan kelompok peserta pria beradu kuat menarik bus tingkat atau double decker yang biasa digunakan untuk perjalanan antarkota antarprovinsi (AKAP), Sabtu (15/8). Kegiatan serupa juga digelar di Terminal Tidar, Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis (13/8), yang diikuti pegawai terminal, SPTI, Dinas Perhubungan Provinsi, Satpol PP, pedagang asongan, agen bus, dan pelaku UMKM. Lomba ini digelar untuk mempererat kebersamaan dan silaturahmi dalam menyambut Hari Kemerdekaan.

Cerianya Anak-anak Ikuti Lomba

Di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta, anak-anak juga tak ketinggalan merayakan kemerdekaan. Berbagai perlombaan seperti menaruh bendera ke dalam botol dan panjat pinang mini digelar khusus untuk mereka. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap lomba yang diadakan di lingkungan permukiman tersebut, menambah semarak perayaan HUT RI tahun ini.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags