Seorang siswa berkebutuhan khusus di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memberikan syal batik bermotif Menara Kudus kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti saat kunjungan kerjanya ke daerah tersebut. Syal itu merupakan karya anak berkebutuhan khusus (ABK) yang memiliki kemampuan membatik luar biasa.
Muhammad Hanif Fuadi, siswa kelas 9B di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Purwosari, menyerahkan langsung syal batiknya kepada Mu'ti pada Jumat (31/7). Kunjungan Mu'ti ke SLBN Purwosari dalam rangka menyerahkan buku bermutu dan melakukan peletakan batu pertama revitalisasi sekolah tersebut.
Hanif yang merupakan ABK tunarungu ini memilih motif Menara Kudus pada syal batiknya sebagai simbol sejarah dan toleransi, sedangkan motif Parijoto melambangkan harapan dan doa baik. Syal berukuran panjang 150 sentimeter dan lebar 20 sentimeter itu dibuat khusus untuk Mu'ti yang memang lahir di Kudus.
Guru Kelas dan Pendamping Vokasi Batik SLBN Purwosari, Novie Ira Meranika, mengatakan Hanif berinisiatif membuat syal setelah mengetahui akan ada kunjungan Mendikdasmen. Awalnya, Hanif sempat ingin membuat ikat kepala, tetapi kemudian beralih ke syal karena waktu yang tersedia mepet.
"Sempat mau membuat ikat kepala tetapi tidak jadi. Kemudian mau bikin kain dua meter sepertinya membutuhkan waktu yang lama," ujar Novie.
Hanif sebenarnya membuat dua syal batik. Satu untuk Mendikdasmen dan satu lagi untuk Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Qodari, yang berhalangan hadir. Novie mengungkapkan rasa bangganya karena Hanif mampu menyelesaikan syal batik tersebut dalam waktu lima hari.
"Hanif bisa menyelesaikan syal batik ini dalam waktu lima hari. Saya bangga dengannya," katanya.
Setelah menerima syal, Mu'ti mengaku sangat berbahagia. Ia menilai ABK memiliki kreativitas luar biasa, bahkan bisa unggul dalam beberapa hal dibandingkan anak-anak lainnya.
"Tunawicara punya kreativitas luar biasa. Dia bisa membuat gantungan kunci seperti ini. Mereka tidak bisa berbicara dengan lisannya tetapi bisa berbicara dengan kehebatan karyanya," kata Mu'ti.
Bupati Kudus, Samani Intakoris, mengapresiasi kunjungan Mu'ti yang memberikan dampak positif bagi kegiatan belajar mengajar di sekolah. Kepala SLBN Purwosari, Edi Sujito, juga berterima kasih atas perhatian besar pemerintah terhadap pendidikan, baik sekolah negeri maupun swasta.
"Alhamdulillah di era pak menteri begitu besar perhatian pemerintah terhadap sekolah negeri atau swasta. Tidak ada dikotomi antara sekolah negeri atau swasta. Beliau benar-benar paham apa yang harus dilakukan di sekolah," ujar Edi.
Artikel Terkait
Mendikdasmen Prioritaskan Perbaikan Sekolah Terdampak Bencana
Bakti Olahraga Djarum Foundation dan PSSI Gelar Turnamen Sepak Bola Wanita U-16 Internasional
Ibu di Demak Syok Temukan Pria Rekam Anaknya yang Sedang BAB di Kamar Mandi Masjid
MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 Usai, Jawa Tengah Juara Umum