Seorang taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang berinisial AMM (19) meninggal dunia setelah ditemukan dalam kondisi terluka di kompleks Akpol, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang. Polisi masih menyelidiki penyebab peristiwa tersebut.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Yuliyanto, mengatakan korban ditemukan dalam kondisi terluka sekitar pukul 19.30 WIB. "Memang benar tadi malam kurang-lebih pukul 19.30 WIB almarhum ditemukan di lingkungan Akpol dalam kondisi luka, di area luar gedung," kata Yuliyanto kepada wartawan, Jumat (31/7).
Setelah ditemukan, korban sempat dilarikan ke RS Bhayangkara Akpol untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan. "Namun, yang bersangkutan tidak bisa tertolong dan dinyatakan meninggal dunia," ujarnya.
Polisi Selidiki
Yuliyanto mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut. Petugas juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk orang-orang yang menemukan korban maupun yang berinteraksi dengan korban sebelum kejadian.
"Saat ini petugas masih melakukan penyelidikan dengan menggali keterangan dari teman-teman yang menemukan, yang mengetahui sebelumnya, maupun yang berinteraksi dengan korban. Penyebabnya belum diketahui, termasuk bagaimana korban bisa ditemukan dalam kondisi jatuh," jelasnya.
Pihak Keluarga Terima Jenazah
Yuliyanto menyebut pihak keluarga AMM telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak mengajukan tuntutan. "Kami sudah mendapatkan informasi dari keluarga korban bahwa mereka menerima hal ini sebagai musibah," katanya.
AMM diketahui merupakan taruna pengiriman Polda Papua Barat tahun 2026. Ia rencananya akan mengikuti kegiatan integrasi taruna di Magelang.
Saat ini jenazah AMM berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Tengah untuk menjalani proses pemulasaran sebelum dibawa ke Makassar untuk dimakamkan. "Saat ini jenazah ada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Tengah untuk dilakukan pemulasaran yang nantinya akan dibawa untuk dimakamkan di Makassar," ujar Yuliyanto.
Mewakili institusi Polri, Yuliyanto menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum. "Kami mewakili keluarga besar Polri mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Semoga almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa dan keluarga diberikan ketabahan," pungkasnya.
Artikel Terkait
Calon Taruna Akpol Tewas Diduga Jatuh dari Lantai Tiga, Polisi Masih Selidiki
Pohon Tumbang Timpa Ruang Kelas, Puluhan Siswa di Semarang Terpaksa Belajar Bergantian
Zulhas Ajak Mahasiswa Kawal Kebijakan Pemerintah Lewat Dialog Terbuka
Polri Buka 350 Kursi Taruna Akpol 2026, Empat Peserta Raih Nilai Tertinggi