Proyek pemindahan ibu kota Indonesia kembali menjadi sorotan media asing. Kali ini, media Jepang President Online menyoroti kondisi Ibu Kota Nusantara (IKN) yang masih sepi penghuni dan dibayangi risiko menjadi kota hantu.
Dalam laporannya, jurnalis Aoba Yamato menulis bahwa meskipun istana kepresidenan, jalan raya, dan kompleks perkantoran telah berdiri, kawasan inti IKN masih terlihat sepi. Jumlah penduduknya diperkirakan baru sekitar 10.000 orang, termasuk sekitar 1.000 pegawai pemerintah.
Proyek dengan total biaya lebih dari 30 miliar dolar AS atau hampir Rp500 triliun ini mulai dibangun pada 2022. Pemerintah merancang Nusantara sebagai kota pintar yang menggunakan energi terbarukan dan teknologi modern. Namun, di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), Istana Negara berwarna putih dan Istana Garuda memang telah selesai dibangun, tetapi jalan-jalan utama yang lebar masih minim kendaraan dan aktivitas masyarakat.
Media Inggris The Guardian sebelumnya juga memperingatkan bahwa Nusantara berisiko menjadi "kota hantu yang hanya terlihat megah dari luar". Kekhawatiran ini muncul seiring proses pemindahan pemerintahan dari Jakarta yang belum tuntas. Presiden pun belum mengeluarkan keputusan resmi untuk pindah ibu kota, dan status IKN saat ini diubah menjadi "ibu kota politik" bukan lagi ibu kota negara.
Artikel Terkait
Insentif Pajak Superkompetitif Tak Laku, Sepanjang 2025 Tak Ada Investor Ajukan Tax Holiday IKN
Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw Meninggal karena Sebab Alami
Menkeu Purbaya Tolak IKN Jadi Pusat Finansial Internasional: Tempatnya Terlalu Sepi
Aset IKN Tembus Rp 71,96 Triliun per Akhir 2025, Naik Rp 13,59 Triliun