Seorang ibu di Demak, Jawa Tengah, tak kuasa menahan tangis dan amarah setelah mengetahui putrinya yang masih berusia lima tahun diduga direkam saat buang air besar di kamar mandi sebuah masjid di Kudus. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (29/7) lalu.
ZI, sang ibu, menceritakan kronologi kejadian dengan suara bergetar. Saat itu, ia baru saja menjemput anak pertamanya dari sekolah. Sang putri kebelet buang air besar, namun tidak bisa melakukannya di sekolah karena air habis. ZI pun memutuskan singgah ke masjid yang tak jauh dari sekolah.
“Posisi saat itu saya sendirian dengan dua anak. Anak saya yang pertama usia 5 tahun dan bersama adiknya. Saya nyopir mobil sendiri. Sedangkan anak saya sudah kebelet pup,” katanya, Kamis (30/7).
ZI mengantar putrinya ke kamar mandi perempuan, lalu kembali ke mobil untuk merapikan parkir. Ia khawatir mobilnya dibawa kabur karena kunci masih menempel. Anak keduanya yang masih balita ditinggal di dalam mobil.
“Setelah saya antarkan ke kamar mandi, saya mau benerin parkir mobil saya. Saat itu kunci mobil juga masih menempel. Saya khawatir mobil dibawa kabur [pencuri], makanya saya balik mobil. Anak saya yang pertama saya tinggal sebentar [di WC],” sambungnya.
Tak lama, ZI kembali mengecek anaknya. Betapa kagetnya ia saat melihat seorang pria masuk ke kamar mandi putrinya sambil merekam dengan ponsel. “Pria itu merekam. Saya lihat sendiri dia jongkok kemudian memvideo kemaluan anak saya. Terus pria itu masuk ke kamar mandi sebelah,” terangnya.
ZI menduga pelaku masuk ke kamar mandi sebelah untuk menghapus video tersebut. Apalagi saat itu tidak terdengar suara air. Pria itu sempat mengelak dan meminta agar CCTV diperiksa. Namun, ZI bersikeras dan meminta kartu identitas pria tersebut sebagai jaminan.
“Pria tersebut sempat mengelak dan meminta agar memeriksa CCTV. Lha kalau di kamar mandi tidak mungkin ada CCTV, kan. Akhirnya saya minta KTP dia supaya dia menemui suami saya. Saya merekam supaya ada bukti dan jangan sampai ada korban lagi,” ujarnya.
Video hasil rekaman ZI pun viral di media sosial. Dalam video itu, pria tersebut menyangkal telah merekam putrinya. Ia mengaku masuk ke kamar mandi karena mendengar suara anak kecil menangis dan memanggil ibunya. Namun, saat ZI bertanya langsung kepada anaknya, jawabannya berbeda. “Saya tanya anak saya, kamu nangiskah? Dia jawab tidak. Terus saya tanya lagi, kamu manggil-manggil mama? Dia juga jawab tidak,” jelasnya.
Pihak masjid telah mengupayakan mediasi antara ZI dan pria yang bekerja sebagai salesman itu pada Rabu malam. Namun, hingga kini belum ada titik terang. ZI mengaku belum membuat laporan ke polisi. Ia justru sempat akan dilaporkan oleh pria tersebut. Jika benar demikian, ZI baru akan membuat laporan balik. “Terkait laporan ke polisi, saya mau rundingkan dengan pihak keluarga dulu,” ujar dia.
Kondisi psikis putri ZI kini terganggu. Sang anak merasa trauma dan ketakutan jika telat dijemput sepulang sekolah. “Dia bilang, mama jangan telat jemput. Nanti kalau mama telat jemput orang itu datang lagi,” imbuhnya.
Marbut masjid, Karonu, membenarkan adanya mediasi. Namun, ia tidak mengetahui hasil akhirnya. Sementara itu, Kapolsek Jati, AKP Hadi Noor Cahyo, mengatakan peristiwa tersebut masih dicek lebih lanjut. “Ya benar, masih kami kroscek,” ujarnya.
Artikel Terkait
Bakti Olahraga Djarum Foundation dan PSSI Gelar Turnamen Sepak Bola Wanita U-16 Internasional
MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 Usai, Jawa Tengah Juara Umum
MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026: Atlet dan Pelatih Puji Fasilitas Standar Internasional di Kudus
Demi Anak Bertanding, Keluarga Atlet Panahan Papua Tempuh Perjalanan Laut Lima Hari