Hasil survei elektabilitas calon presiden untuk Pemilu 2029 mengguncang peta politik nasional. Berdasarkan bocoran data dari sejumlah lembaga survei, Prabowo Subianto tercatat tertinggal jauh dari Dedi Mulyadi. Informasi ini pertama kali diungkap oleh wartawan senior Uni Lubis melalui akun Threads-nya.
Uni Lubis menyebut ada tiga lembaga yang melakukan survei dengan hasil yang saling berdekatan. Namun, hanya satu yang berani merilis hasilnya secara terbuka, sementara dua lainnya memilih bungkam dengan alasan berbeda.
"Ternyata ada tiga lembaga yang bikin survei. Satu rilis. Dua tidak rilis. Hasilnya mirip-mirip. Dari dua yang tidak rilis, satu umumkan tidak rilis tapi tidak bantah bikin surveinya. Satu lagi bungkam karena jadi 'bagian' dari pemerintah. Ini tekatekigenalpha," tulis Uni Lubis.
Lembaga yang berani merilis hasil survei adalah Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Sementara itu, Indikator Politik yang dipimpin Burhanuddin Muhtadi memilih tidak merilis, meski tidak membantah telah melakukan survei. Satu lembaga lainnya, yang disebut-sebut milik Qodari, bungkam total karena dianggap menjadi bagian dari pemerintah.
Meski Indikator Politik tidak merilis hasilnya secara resmi, data survei mereka diduga bocor dan sempat dipublikasikan oleh sejumlah media arus utama. Pihak Indikator Politik kemudian mengeluarkan pernyataan resmi bahwa mereka tidak pernah merilis hasil survei yang dilakukan pada Juli 2026.
Artikel Terkait
Kudeta Bayangan dan Upaya Menggoyang Pemerintahan Prabowo
Prabowo Gelar Lomba Kota Terbersih, Hadiah Insentif Hingga Rp20 Miliar
Tito Karnavian Laporkan Maraknya OTT Kepala Daerah ke Prabowo
Prabowo Targetkan Trans Sumatera Railway Hubungkan Bakauheni hingga Banda Aceh