Kawasan Matraman Dalam dan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, kembali normal pada Selasa (28/7) setelah bentrokan antarkelompok terjadi dua hari sebelumnya. Warga sudah beraktivitas seperti biasa, meski personel gabungan TNI dan Polri masih berjaga di sejumlah titik.
Ketua Forum RW Pegangsaan sekaligus Ketua RW 07, Zulfikar, mengatakan kondisi wilayah sudah pulih. Menurutnya, kehadiran aparat keamanan bersama unsur pemerintah daerah membuat masyarakat merasa aman. "Alhamdulillah kondisinya sudah normal. Kehadiran TNI-Polri, pihak kecamatan, kelurahan, dan unsur terkait memberikan jaminan keamanan sehingga masyarakat kembali beraktivitas seperti biasa," ujarnya saat ditemui di lokasi.
Aktivitas ekonomi warga juga tidak terganggu. Pedagang tetap berjualan dan kegiatan jual beli berjalan lancar sejak pagi hingga malam. "Sampai saat ini tidak ada perubahan. Pedagang tetap berjualan dan aktivitas jual beli berjalan dengan baik," kata Zulfikar.
Selain aparat keamanan, pengamanan wilayah juga melibatkan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) serta pengurus RT dan RW yang turut memantau situasi.
Bentrokan antarkelompok pada Minggu (26/7) dipicu perselisihan akibat suara knalpot bising hingga berujung perusakan gerobak pedagang. Kericuhan itu menyebabkan sejumlah orang terluka dan satu pria berinisial K (23) meninggal dunia.
Polda Metro Jaya telah menetapkan tujuh tersangka dalam dua klaster perkara. Empat orang berinisial GNA, AJL, FAM, dan ELL menjadi tersangka kasus perusakan gerobak, sementara tiga lainnya tersangka pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal. Meski kedua belah pihak telah berdamai dan sepakat menyerahkan penanganan perkara kepada kepolisian, proses hukum tetap berlanjut.
Artikel Terkait
Bentrokan Maut di Menteng Berawal dari Knalpot Berisik, Polisi Tetapkan 7 Tersangka
Bentrokan Maut di Matraman Berakhir Damai, Polisi Tetap Proses Hukum Tersangka
Bentrokan Matraman Berakhir Damai, Proses Hukum Tetap Jalan
Bentrokan di Jakarta Pusat, Anggota DPR Minta Polisi Usut Tuntas